BERBAGI

KEEROM-Kepala Kampung Sanggaria terpilih periode (2022-2027), Pujiono Aleng menegaskan bahwa di masa kepemimpinannya akan mengembalikan wajah asli kepemudaan melalui wadah Karang Taruna guna mendukung semua aktivitas pemerintahan kampung.
“Saya sudah bilang waktu kampanye lalu, apapun yang terjadi dan kamu (pemuda,red) pilih saya dan tidak, kalau saya terpilih kalian (pemuda,red) akan jadi anak emas kami,” kata Pujiono aleng kepada Harian Wone, Senin (14/3) di ladangnya.
Menurutnya, Karang Taruna adalah tulang punggung pemerintahan kampung sehingga wajib hukumnya untuk saling bersinergi.
“Karang Taruna merupakan tulang punggung kampung dan apapun yang terjadi, motor penggerak pertama pasti Karang Taruna,” akunya.
Pujiono menilai bahwa Indonesia tidak akan merdeka tanpa perjuangan dari kaum pemuda. “Pemuda ini memiliki gerak yang cepat. Kalau ada huru-hara mereka yang duluan, kita yang orang tua pasti belakangan,” ujarnya.
Kerja sama kata Pujiono antara aparat kampung dengan kepemudaan harus satu pikiran sehingga akan tercipta sinergitas yang optimal dalam tata kelola pemerintahan kampung. “Pemuda dan aparat kampung harus sinkron, satu pikiran,” harapnya.
Dia mengakui bahwa Karang Taruna bisa bekerja kalau ditunjang dengan alokasi dana. Oleh karena itu, pihaknya akan mengalokasikan dana kampung untuk aktivitas kepemudaan.
“Kita harus alokasikan anggaran untuk pemuda. Selama ini untuk Kampung Sanggaria, Arso I benar-benar vakum tidak ada dukungan. Ibarat anak ayam kehilangan induknya,” mirisnya.
Pujiono memaparkan dirinya bekerja di Kampung Sanggaria ini sudah 20 tahun lebih sehingga sangat tahu betul mengenai pengelolaan anggaran kampung baik untuk kepemudaan maupun lainnya.
“Jadi anggaran pemuda kita alokasikan setiap tahunnya bisa Rp 15-20 juta. Tapi untuk anggaran, saya akan ketat mengenai laporan pertanggungjawaban anggaran. Selain itu, mereka juga harus buat RAB (Rancangan Anggaran Belanja,red) untuk kita mengetahui apa saja yang akan dibuat ke depan,” urainya.
Anggaran kampung diberikan kepada Karang Taruna ujar Pujiono, tanpa adanya RAB itu bukan sesuatu pembinaan yang baik. “Kasih uang tanpa kita tahu RABnya maka sama saja bohong. RAB harus ada (sehingga) kita tahu rencana kerja mereka selama setahun,” tuturnya.
Pasalnya, setiap pengelolaan anggaran dari pemerintahan itu ada pemeriksaan sehingga laporan awal dan pertanggungjawaban itu wajib dimiliki.
“Selama ini organisasi kepemudaan di kampung vakum dan tidak miliki progres ke depan. Tidak adanya pembinaan dari kampung akhirnya organisasi pemuda tidak mampu membuat perubahan, terobosan (sehingga) tidak mampu membuat kegiatan-kegiatan seperti olahraga dan lain sebagainya,” tandasnya.
Oleh karena itu, di masa pemerintahannya pembinaan kepada Karang Taruna perlu untuk dioptimalkan untuk mewujudkan sinergitas tata kelola pemerintahan kampung yang baik.
“Saya itu orangnya komitmen, kamu minta apa dan maumu apa pemuda Sanggaria karena kami akan dorong dan dukung. Kalau saya paksakan kemauan saya sendiri maka tidak akan jalan roda organisasi di kampung,” kata Pujiono mengakhiri.(yud)