BERBAGI

 JAYAPURA-Kepolisian masih memburu diduga pelaku pembunuhan remaja wanita Christina Gundigi (17) di Gang Selayar, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura pada Sabtu (26/2) lalu yang diketahui berinisial RT.

Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak mengatakan dari delapan (8) saksi yang diperiksa telah mengerucut ke satu (1) pelaku yakni RT.

“Dengan adanya kejadian ini kita masih melakukan pengejaran dan penyelidikan kepada pelaku,” kata Kapolsek belum lama ini saat ditemui Harian Wone.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam penanganan kasus ini, segala upaya terus dilakukan untuk menangkap pelaku.

“Kami berusaha menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.
Ia berharap kepada warga Mamberamo Tengah di Abepantai untuk mempercayakan semua kasus hukumnya kepada pihak kepolisian.

“Jangan ada gerakan tambahan karena masalah ini telah diserahkan semuanya kepada kepolisian untuk masalah pidananya,” pesannya.

Apabila kata Lintong, ada yang melakukan gerakan di luar dari kasus ini maka akan menimbulkan masalah baru dan akan diproses pihak kepolisian dengan perkara baru.

“Ondoafi George Awi dan keluarga telah menyikapi masalah ini dengan serius untuk secepatnya pelaku ditangkap. Dan ondoafi dan keluarga berharap masalah ini tidak meluas,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan, saat pemeriksaan delapan (8) saksi terdapat satu (1) saksi kunci yang melihat secara langsung pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Selama ini kita meraba, setelah kita mencari teman-temannya yang malam hingga subuh itu berkumpul dari 9 mengerucut ke 1. Tetapi tidak menutup kemungkinan diduga pelaku RT ini ditangkap maka akan berkembang kasusnya,” jelas Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan pelaku akan dijuntokan dengan pasal 55 dengan pelaku mengarah kepada RT. “Motifnya kami belum tahu karena kejadiannya spontan. Dan pelaku dalam keadaan mabuk,” terangnya mengakhiri.

Sementara itu, tokoh masyarakat Mamberamo Tengah (Mamteng), Barend Sibak mengharapkan pelaku segera ditangkap.

“Takutnya adik-adik kami atau keluarga kami yang ada di Kota Jayapura dalam situasi sengaja tidak sengaja muncul pikiran yang tidak bagus maka masalah ini dapat diperpanjang. Kami tidak mau perpanjangan masalah,” katanya Barend Sibak yang juga Anggota DPRD Mamteng itu.

Barend mengatakan keluarga korban dan pelaku bersepakat untuk masalah ini dapat diselesaikan secara cepat. Dan dalam kasus ini pihaknya menggunakan dua jalur baik hukum positif maupun adat.

“Hukum positif bagiannya polisi sedangkan hukum adat kami akan selesaikan dengan Ondoafi dan orang tua suku Nafri,” tuturnya.(yud)