BERBAGI

 

Suasana Natal Bersama mahasiswa Tolikara se-Jawa-Bali

YOGYAKARTA – Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar  Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara (IKB PMPT) Se Jawa dan Bali menggelar Natal bersama di Kaliurang Yogyakarta,Rabu (29/12/2021).

Perayaan Natal bersama sekaligus pembukaan kegiatan Musyawarah Besar IKB PMPT Se Jawa Bali.

Perayaan Natal bersama berlangsung dalam suasana sukacita dan meriah. Berbagai pujian Natal secara bergantian dibawakan perwakilan mahasiswa.

Suasana suka cita nampak dari raut wajah ratusan mahasiswa yang memenuhi ruangan.

Selain dihadiri ratusan mahasiswa,hadir pula pembina rohani mahasiswa Pendeta Zet Towolom dan Pendeta Andreas Pagawak.

Pada kesempatan itu,perwakilan mahasiswa yang diwakili ketua panitia menerima bantuan kasih sebesar 60 juta untuk menyukseskan kegiatan Natal dan Mubes.

Ketua Panitia Natal dan Mubes Obi Kogoya mengaku, bersyukur sebab tahun ini bisa merayakan Natal bersama dengan seluruh mahasiswa Tolikara Se Jawa dan Bali.

“Kerinduan kami untuk merayakan Natal mahasiswa bersama akhirnya terwujud,kami bersyukur untuk itu,sebab dua tahun ini kami tidak bisa merayakan Natal bersama karena kasus rasis dan juga Covid-19,”ujarnya.

Menurutnya,dengan Natal bersama ini menjadi momentum untuk seluruh mahasiswa Tolikara di kota studi Jawa dan Bali untuk bangkit menjadi lebih baik lagi pada tahun 2022.

“Dua tahun kami vakum,kiranya momen Natal menjadi penyemangat bagi kami untuk bangkit dan berkarya pada tahun 2022,”ucapnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada kader Tolikara dan juga orang tua yakni Bapak Ricky Ham Pagawak yang sudah memberikan bantuk untuk mendukung suksesnya perayaan Natal dan Mubes.

“Kiranya Tuhan memberkati Bapak didalam pelayanan dan tugas,”katanya.

Baginya bantuan itu sangat berarti,sebab praktis tidak ada bantuan dari Pemda Tolikara untuk mendukung kegiatan mahasiswa yakni Natal dan Mubes.

Orang tua rohani mahasiswa Tolikara Pendeta Zet Towolom mengatakan,perayaan Natal tahun ini bisa membawa perubahan bagi mahasiswa-mahasiswi Tolikara.

Apalagi mereka akan menggelar Mubes untuk memilih pengurus baru.

“Saya berharap pengurus baru nantinya bisa bekerja agar membawa perubahan membangun kepribadian masing-masing,sehingga nantinya bisa pulang dan membangun daerahnya sendiri,” ujarnya. (Adm)