Beranda PON XX Papua Jawa Timur Akhiri Puasa 13 Tahun Tanpa Medali Emas Bulutangkis PON

Jawa Timur Akhiri Puasa 13 Tahun Tanpa Medali Emas Bulutangkis PON

66
0
BERBAGI
Tim bulutangkis putri Jawa Timur mendapatkan medali emas untuk nomor beregu putri. Pertandingan ini bertempat di GOR Waringin, Kota Jayapura. Sabtu (09/10/2021). (Foto PB PON XX PAPUA 2021/Hadi Abdulloh)

JAYAPURA – Kontingen Jawa Timur (Jatim) bisa mengakhiri masa puasa selama 13 tahun tanpa medali emas di cabang olahraga bulu tangkis sejak PON 2008 Kaltim.  Selanjutnya pada PON Papua XX  2021 Jatim baru berhasil meraih medali emas dengan mengalahkan tim DKI Jakarta di final beregu putri cabang olahraga bulu tangkis dengan skor 2-0.

Unggulan pertama dari Jawa Timur Sri Fatmawati dan Desima Aqmar Syarafina di dua partai tunggal beregu putri berhasil meraih kemenangan atas tim kuat asal DKI Jakarta..

Meski tim bulutangkis DKI Jakarta menurunkan dua atlet jebolan Pelatnas, Ruselli Hartawan dan Stephani Widjaya, jauh lebih diunggulkan daripada dua tunggal putri milik Jawa Timur.

Namun, Sri Fatmawati dan Desima Aqmar Syarafina mampu mengalahkan pemain pelatnas itu lewat permainan yang impresif dan agresif.

Bahkan Sri Fatmawati yang di game pertama tunggal beregu putri menghadapi pemain ranking 42 dunia, Ruselli Hartawan, berhasil menang dua set langsung dengan skor 21-16 dan 21-15.

Hasil positif yang didapat Sri Fatmawati di game pertama tersebut rupanya membuat Desima Aqmar Syarafina yang tampil di game kedua tunggal beregu putri menjadi semakin percaya diri untuk menantang Stephani Widjaya.

Desima sendiri harus berjibaku terlebih dahulu melalui permainan yang panjang dan melelahkan sebelum menyudahi perlawanan Stephani Widjaya dalam drama rubber game dengan skor 21-18, 17-21, dan 22-20.

Medali emas yang didapat di cabang olahraga bulu tangkis nomor beregu putri pada PON XX Papua 2021 kali ini. Jelas mengulang prestasi terakhir medali emas yang diraih oleh ganda putra Jawa Timur, Bambang Suprianto/Tony Gunawan, pada PON XVII Kalimantan Timur 2008.

Kala itu, pasangan ganda putra Jawa Timur, Bambang Suprianto/Tony Gunawan berhasil menang atas wakil Maluku Utara, Fernando Kurniawan yang berpasangan dengan Muhammad Ahsan, dengan skor 21-19, 15-21, dan 22-20.

Medali emas dari nomor ganda putra pada PON XVII di Kalimantan Timur tersebut ternyata menjadi ganda emas terakhir yang berhasil disabet kontingen Jawa Timur sebelum akhirnya berada di bawah bayang-bayang dominasi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Total dalam kurun waktu 13 tahun paska PON 2008 itu, Jawa Timur hanya mampu mendulang 8 medali yang terdiri dari 2 medali perak dan 6 medali perunggu untuk cabang olahraga bulu tangkis.

Menurut salah satu pelatih tim bulu tangkis Jawa Timur, Tri Kus Harjanto, kemenangan ini tak lepas dari perjuangan, kerja keras, dan komitmen dari seluruh atlet dan pelatih bulu tangkis Jawa Timur.

“Mungkin inilah jalan kita dari awal kita berjuang di Surabaya sudah banyak masalah. Tapi berkat kegigihan kami tim pelatih, ada mas Imam, mas Jefer, dan seluruh pemain, alhamdulillah bisa menunjukan kualitasnya,” kata Tri Kus Harjanto saat ditemui sesuai penyerahan medali emas.

Bahkan dirinya juga tak menyangka saat tim Jawa Timur berhasil memastikan satu tempat di final beregu putri setelah menyingkirkan Bali di semifinal dengan skor 2-0.

“Masuk final (beregu putri) saja saya sudah bersyukur. Cuma saya bilang ke anak-anak, satu langkah lagi, ini jalanmu, pokoknya yang penting kamu main,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Tri juga memuji dari kualitas para pemain tunggalnya yang notabene bukan pemain-pemain jebolan Pelatnas seperti yang dimiliki oleh kontingen-kontingen lain.

“Kita tunggal tidak ada yang dari Pelatnas. Semua dari luar Pelatnas. Tapi dari keinginan mereka, perjuangan mereka, saya sangat salut dengan mereka,” pujinya.

Jawa Timur sendiri memiliki kans untuk mengawinkan medali emas di nomor beregu putra dan putri cabang olahraga bulu tangkis.

Namun sayang, tim beregu putra Jawa Timur harus kandas pada babak semifinal di tangan DKI Jakarta dan harus puas berdiri di podium ketiga bersanding Jawa Tengah sebagai peraih medali perunggu bersama.

Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur hanya mematok target satu medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis. Berkat hasil ini, maka tim bulu tangkis Jawa Timur sudah mencapai target tersebut. (Humas PPM/Adm)