Beranda PON XX Papua Tim Basket Putri Bali Bertekad Ukir Sejarah, Kalahkan Jatim di Final

Tim Basket Putri Bali Bertekad Ukir Sejarah, Kalahkan Jatim di Final

135
0
BERBAGI
Pemain Sulsel, Anesthesia Joalsa Pertiwi bersiap melakukan lemparan bebas pada semifinal melawan Bali, Kamis (7/10) di GOR MSC/FOTO: Sitha/humasPPM

JAYAPURA – Tim Basket 5×5 Putri Bali menapak ke final. Mereka bertekad menaklukkan putri Jawa Timur (Jatim) di laga pamungkas PON Papua Tahun 2021.

Sempat tertinggal di dua kuarter, tim putri Bali mampu membalikkan keadaan. Tim putri Sulawesi Selatan (Sulsel) ditaklukkan dengan skor 53-41 dalam semifinal di GOR Mimika Sport Complex (MSC), Kamis (7/10).

Pelatih Bali, Muflih Farhan dalam jumpa pers usai pertandingan mengatakan timnya bermimpi mencetak sejarah. Kini impian itu tinggal selangkah lagi.

Tapi, lawan yang dihadapinya bukan sembarang. Jatim yang ke final usai menyingkirkan DKI Jakarta sarat dengan pemain nasional.

Muflih Farhan menuturkan mimpi putri dari ‘Pulau Dewata’ masih dipandang sebelah mata. Tapi, dia memastikan timnya memiliki semangat besar untuk menaklukkan dominasi Jatim.

Lebih lanjut dikatakan pasukannya rerata sudah mengenal basket sejak usia 12 tahun. Mereka selalu diikutsertakan dalam berbagai turnamen hingga tingkat nasional.

“Kami ingin bikin sejarah. Rata-rata pemain kami berlatih sejak umur 12 tahun. Mereka ikut berbagai kejuraan sampai level nasional. Ini akan menjadi kebangkitan. Sekarang kita bisa masuk final. Alhamdulillah,” jelas Muflih Farhan.

Pada babak final melawan Jatim, kata Muflih, hanya akan ada adu strategi dan mental. Diberikan kesempatan sehari untuk istirahat, ia yakin pada final nanti timnya bisa bermain dengan performa yang lebih baik.

Pemain Bali bernomor punggung 14, Ni Putu Eka Liana Febiananda juga mendukung apa yang diungkapkan pelatihnya. Ia berjanji akan menampilkan yang terbaik pada laga pamungkas nanti.

Kata dia, Bali selama ini masih dipandang sebelah mata. Dianggap tim lemah oleh tim basket lainnya yang sudah punya nama. Namun, lewat perhelatan PON Papua ini dia mau membuktikan jika Bali juga bisa meraih bintang basket.

“Kita buktikan kita bisa. Kami ingin menang demi Bali. Kami ingin membuktikan kepada orang-orang yang remehkan Bali,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Sulsel, Eddy Winarso mengatakan anak asuhnya bermain cukup bagus di dua kuarter. Namun di kuarter ketiga ada sedikit masalah.

Walaupun harus mengubur mimpi meraih medali emas, medali perunggu tak boleh lepas. Sulsel akan bertemu tim DKI Jakarta. Eddy mengaku tim racikannya bisa lebih santai dan bermain tanpa beban.

“Anak-anak akan enjoy, maunya tidak ada beban. Persiapan kami tetap seperti biasa. Tim DKI Jakarta sama seperti pemain lainnya. Semua imbang, kami berusaha bermain bagus,” ujarnya.

Pemain Sulsel Azizah Abas mengakui kekalahan timnya. Ini sebutnya, karena awalnya ia dan kawan-kawan bermain santai, dan berhasil mencuri dua poin. Namun ternyata kelengahan terjadi di kuarter ketiga dan empat sehingga Bali menyusul.

Walaupun mengaku cukup kecewa, Azizah yakin melawan DKI Jakarta, Sabtu (9/10) akan tampil all out untuk membawa pulang medali perunggu ke Kota Matoangin. (Humas PPM/Adm)