BERBAGI
Ketum KONI Pusat, Marciano Norman (dua dari kiri) usai memberikan keterangan kepada media. (Foto : Selviani Bu’tu)

MIMIKA – Pekan Olahraga Nasional (PON) kali ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan akibat Covid-19, PON yang seyogyanya diselenggarakan Oktober 2020, jadi tertunda dan baru terlaksana Oktober 2021.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mengakui ini adalah PON yang dilaksanakan di masa sulit karena pandemi. Kemudian diselenggarakan di Papua, yang secara realistis akibat dinamika yang terjadi, membuat beberapa kontingen merasa ragu. Tapi PON bisa terlaksana sejak 22 September 2021 dan memasuki hari ke-16 semuanya berjalan lancar.

Marciano dalam keterangannya kepada awak media pada konferensi pers di Media Center PON Klaster Mimika, Kamis (7/10/2021) menyatakan, Olimpiade Tokyo menjadi rujukan utama PON XX Papua 2021. Olimpiade Tokyo bisa berhasil, karena penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Inilah yang diterapkan pada PON Papua. Semua atlet dan kontingennya sebelum ke Papua harus divaksin. Bahkan sebelum terbang dengan pesawat wajib PCR test. Ketika mendarat di Papua, kembali menjalani skrining suhu tubuh oleh Satgas Covid-19.

Prokes ketat sudah diterapkan, namun ia mengakui ada kontingen termasuk atlet yang terpapar Covid-19. Hingga Kamis (7/10) diungkapkan Marciano total ada 23 orang yang terkonfirmasi positif di empat klaster, baik itu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Atlet ini terdeteksi terpapar saat menjalani pemeriksaan PCR, ketika hendak kembali ke daerah asal atau sudah melakasanakan pertandingan. Setelah terdeteksi, atlet langsung menjalani pemeriksaan lanjutan dan perawatan.

“Atlet kondirinya sehat. Rata-rata tanpa gejala. Risiko penularan kecil, sudah pulih dan sudah pulang. Jadi didalam masa saat ini jangan lihat PON kok ada yang Covid. Atlet tamu ada 6.200 lebih, tuan rumah hampir seribu. Jadi bisa 15 ribu orang yang datang tapi yang terpapar Covid-19 hanya 23 orang,” terangnya.

Jadi Marciano meminta, seluruh kontingen untuk tidak khawatir dengan temuan ini, karena PON akan tetap berjalan meski ada yang terpapar. Karena sebagian dari mereka yang terpapar sudah melaksanakan pertandingan.

Prokes ketat akan terus diterapkan terutama pembatasan penonton 25 persen. Namun animo masyarakat pada cabor favorit sulit dibendung, sehingga syarat utama akan diberlakukan yakni penonton sudah divaksin. Atlet yang akan bertanding wajib swab sehari sebelum bertanding. (Humas PPM/Adm)