BERBAGI
Yumin Wonda saat berbicara pada masyarakat di distrik Ilu, Puncak Jaya, disela penyerahan sumbangan guna prosesi perdamaian perang suku

JAYAPURA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Puncak Jaya, J. Yumin Wonda, bersama sejumlah tokoh Papua asal Puncak Jaya, diantaranya Wakil Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, Anggota DPR Papua, Agus Kogoya, dan mantan ketua DPR Puncak Jaya, Nesco Wonda, mengunjungi kampung halaman mereka di Distrik Ilu, Puncak Jaya, sekaligus menggagas perdamaian bagi masyarakat disana, Minggu (04/07/2021).

Inisiasi proses perdamaian bagi warga tersebut, menurut Yumin Wonda yang berbincang dengan sejumlah wartawan di Jayapura, Jumat (09/07/2021) dikarenakan masih adanya masalah perang suku yang relative telah terjadi kurang lebih tiga tahun dan hingga kini belum terselesaikan.

Perang suku terjadi saat pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Puncak Jaya dan pergantian kepala kampung yang dilakukan oleh Bupati terpilih kala itu.

“Puji Tuhan sebagai anak daerah, kami bisa datang ke Ilu dan menggagas prosesi perdamaian perang suku disana. Prinsipnya masyarakat itu sangat ingin hidup damai, saling berdampingan dalam setiap kegiatan ekonomi, pembangunan, gereja dan aktivitas sehari-hari lainnya. Hanya saja, karena memang belum ada perdamaian, jadi kesannya masih ada masalah. Syukurlah saya bersama pak Yunus Wonda, Agus Kogoya, Nesco Wonda dan beberapa lainnya bisa datang ke Ilu dan menggagas damai ini. Masyarakat sangat antusias dan senang dengan kehadiran kami dan gagasan ini,” papar Yumin Wonda.

Menurut Yumin yang kesehariannya juga dipercaya sebagai Bendahara Umum (Bendum) DPD Partai Demokrat Papua oleh ketua DPD yang juga Gubernur Papua, Lukas Enembe, prosesi gagasan perdamaian itu, dilakukan pula pemberian sumbangan dari mereka yang hadir pada warga, serta digelar acara bakar batu makan bersama.

Acara yang dipusatkan di Distrik Ilu, Puncak Jaya itu, dihadiri masyarakat Lima distrik. Yakni dari distrik Ilu, distrik Takanombak, Distrik Waendi, Distrik Kalome, dan distrik Wonwi.

“Masyarakat kita ini, mereka sangat rindu hidup dengan perdamaian. Karena mereka hidup dalam satu gereja, satu lokasi, satu honai. Karena perang akhirnya membuat mereka terpecah belah dan tidak harmonis lagi padahal dalam satu kampung bahkan dalam satu keluarga bisa berpisah antara saudara,” tutur Yumin.

Terkait hal ini, Yumin Wonda berharap sikap pro aktif dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Puncak Jaya, untuk turut hadir dan memfasilitasi perdamaian antara warga ini bisa cepat selesai terlaksana. Agar, masyarakat benar-benar bisa hidup tenang merasakan pembangunan, ekonomi dan Pendidikan yang selama ini relative tidak berjalan maksimal.

“Kami sebagai anak asli daerah sudah hadir untuk menggagas ini. Tentu kita berharap peran pro aktif pemkab Puncak Jaya agar bersama-sama mewujudkan perdamaian ini. Kami juga sangat yakin pak Bupati akan merangkul semua, sebab semua adalah warga Puncak Jaya yang menjadi masyarakatnya,” pungkas Yumin Wonda. (Adm)