BERBAGI
Masyarakat Puncak Jaya dalam sebuah kesempatan (Foto Istimewa)

JAYAPURA – Tokoh Muda asal Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Dius Enumbi angkat bicara terkait adanya pemberitaan yang menyebut dirinya memberikan bantuan kepada Gereja GIDI Guburu di wilayah distrik Mewoluk, Puncak Jaya senilai Rp. 100 Juta, namun dikembalikan oleh pengurus gereja karena disinyalir ada muatan politis.

Dius yang kesehariannya sebagai ASN di Pemprov Papua itu mengaku sangat kecewa dengan namanya yang juga ikut dicatut, dan bakal melaporkan hal ini pada Polda Papua.

“Ini adalah pencemaran nama baik dan telah melanggar Undang-undang ITE. Kami dalam waktu dekat akan segera melaporkannya pada pihak Polda Papua, agar mereka bersurat pada Polres Puncak Jaya dan melanjutkan pada para kepala kampung dan yang hadir saat kegiatan itu, agar diselesaikan sesuai aturan yang berlaku” ujar Dius Enumbi.

Dius menyebut, dirinya bahkan belum memberikan bantuan kepada gereja GIDI Guburu distrik Mewoluk itu.

Dia juga menyesalkan adanya komentar dalam kegiatan itu yang mengkaitkan nama dirinya dan pak Yumin Wonda soal perang suku di Puncak Jaya.

“Intinya soal bantuan pada gereja dimaksud, saya belum iku membantu. Saya juga sangat sesalkan kami dikaitkan lagi dengan Perang suku Distrik Illu, Distrik Kalome. Itukan karena pergantian Kepala kampung oleh Bupati dengan Wakil Bupati, jadi jangan kaitkan dengan sebut Pak Yumin dan Dius. Itu sangat keliru. Ini pencemaran nama baik dan akan lapor pada pihak penegak hukum,” pungkas Dius Enumbi.

Diketahui, muncul pemberitaan dalam sebuah media online https://kliksajapapua.co/bupati-puncak-jaya-kepala-opd-beserta-fppj-memberikan-bantuan-bama-kepada-masyarakat-mewoluk-dan-molanikime/

yang antara lain menulis bahwa, pada Selasa 22 Januari 2021 Masyarakat Puncak Jaya kaum Pela Kogoya dan Weya Jikwa dari Gumbru, Gininik, Waliba, Biak distrik Mewoluk dan Wanume, Mewut, Maloinggen, Tiolome, distrik Molanikime bergotong royong panen kacang tanah hasil berkebun sejak 2 minggu lalu, untuk acara penggalangan dana guna pembayaran upah tukang bangunan Gereja Gumbru, acara penggalangan dana tersebut puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2021.

 

Penanggung Jawab Kegiatan Neki Kogoya, Nekiles Kogoya, Pingginuer Wonda, Abupak Wonda, Bum Wonda, Andokon Wonda mewakili masyarakat. Menyampaikan terimakasih kepada Pemda Puncak Jaya dan Forum Peduli Puncak Jaya, lebih khususnya bpk Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos S.IP, MM, beserta Sekda Tumiran, Kepala Dinas Pendidikan Amir Wonda, Kabid Ketentraman Richardo Elopore, Kabid Pemuda Olahraga Yohanes Wonda, dan Wakil Sekretaris Koni/ Kep.Dep Humas FPPJ Irianto Wonda. Yang telah memberikan Sumbangan Sembako

 

Mewakili seluruh Kepala Kampung dan Masyarakat Distrik Mewoluk Abupak Wonda menyatakan dengan tegas ( Dius Enumbi dan Yumin Wonda Pejabat dari Provinsi Papua mengirim uang Rp 100.000.000 (Seratus Juta ) lewat Omukor Weya dan kiluwi Wonda tapi kami kembalikan Karena tidak tau apa motif orang tersebut.

Masyarakat Mewoluk, Molanikime, Lumo Ilambuarwi kelurganya Pk Bupati Yuni Wonda saya Abupak Wonda kepala kampung Gininik anaknya Bupati, jadi Bapak Bupati akan Bantu kami 200.000.000 ( Dua Ratus Juta).

 

Jika Dius dan Yumin mau membantu masyarakat kasih saja ke keluarga korban Perang desa di Distrik Ilu dan sekitarnya keluarganya beliau ada disana mereka lebih membutuhkan untuk bayar kepala korban perang Desa.

Distrik Mewoluk – Molanikime – Lumo – Ilamburawi adalah kampunya Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, kepada pihak – pihak yg punya kepentingan politik agar ketahui jangan bikin bodok masyarakat dengan uang ujarnya.

Mewakili tokoh masyarakat Molanikime Pinggirnuer Wonda, dan Mewakili masyarakat mewoluk Nekiles kogoya menyatakan dengan Tegas barang siapa dengan kepentingan Politik mencoba masuk ke Wilayah distrik Mewoluk Molonanikime, Lumo, dan Ilambuarwi membawa uang maka kami akan usir dengan anak panah bila perlu kami Panah Politikus Perusak tersebut, Disini Basisnya Yuni Wonda Ujarnya. (Adm)