BERBAGI

Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPPD) Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP) saat diterima dan diberikan piring adat sebagai tanda diterima dalam keluarga Wilson Kawer

SOWEK, SUPIORI – Keikhlasan hatinya dalam membangun dan membantu pembangunan maupun rehabilitasi rumah ibadah, membuat sosok Wakil Ketua I Dewan Pimpinan  Daerah (DPPD) Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP) kerap mendapat kehormatan dan undangan menghadiri sejumlah acara gereja maupun rumah ibadah dan lembaga keagamaan lainnya.

Tak segan pula pria yang menjabat Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua, itu terus berupaya menghadiri setiap undangan yang ia terima dari lembaga keagamaan tersebut.

Seperti yang terjadi Senin, 12 Oktober 2020. Ricky Ham Pagawak (RHP) ditengah kesibukannya yang padat, mengingat beliau juga adalah Bupati Mamberamo Tengah, menyempatkan diri menghadiri undangan peresmian Pentabisan Gedung Gereja Baru GKI Elim Sowek Sup di Kampung Manggonswan Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori.

Perjuangan rombongan RHP yang antara lain didampingi Sekretaris DPD Demokrat Papua, Carolus Bolly, Plt Ketua DPC Supiori, Hugo Aibekop, Plt Ketua DPC Sarmi Willem Indey, Ketua DPC Mamberamo Raya, Karel Thanem, relatif sulit. Menempuh jalur darat dari Biak-Korido sekitar 3 Jam, rombongan kembali mengarungi lautan sekitar 40 menit menggunakan speed boat dan perahu.

Tampak pula calon Bupati dan Wakil Bupati Supiori, Yan Imbab-Niko Ronsumbre yang diusung partai Demokrat dan Golkar, menyambut saat rombongan tiba di kampung Sowek.

Hujan lebat seakan menjadi pertanda berkat saat rombongan RHP berlabuh di Sowek.

Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPPD) Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP) saat diterima secara adat dengan injak piring sebagai tanda diterima dalam keluarga Wilson Kawer

Adalah Keluarga Wilson Kawer, yang ditengah hujan lebat langsung berinisiatif mengundang dan menerima rombongan yang sempat berteduh diluar, untuk masuk kedalam rumah mereka. Tak tanggung-tanggung, penyambutan secara adat dan kekeluargaan yang sejak awal tak direncanakan pun terjadi. RHP oleh keluarga didaulat dengan adat injak piring saat memasuki rumah keluarga Wilson Kawer itu.

Selanjutnya, suasana penuh kekeluargaan pun begitu hangat. RHP pun sudah dianggap sebagai orang rumah dan boleh menggunakan marga Kawer. Seakan tak ada lagi sekat antara mereka.

Menanggapi hal itu, RHP mengaku sangat merasa terhormat bisa diterima dengan prosesi injak piring dirumah keluarga Wilson Kawer itu.

“Hari ini saya bersama rombongan keluarga besar Partai Demokrat Papua, bersama tim sukses pasangan Yan Imbab-Niko ROnsumbre. Saya berterimakasih kepada keluarga Kawer. Tujuan saya adalah peresmian gereja. Kebetulan saat hujan ketika kami turun berlabuh di Sowek. Saya diterima dan diberikan tempat untuk berteduh dirumah keluarga bapak Wilson Kawer.

Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPPD) Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP) bersama keluarga Wilson Kawer di Sowek, kabupaten Supiori.

“Saya menyampaikan terimakasih dari hati yang paling dalam. Teringat pengalaman dalam Alkitab, dimana saat Tuhan Yesus jalan ada orang baik yang memberikan tumpangan. Ini sejarah bagi saya. Saya juga hari ini secara resmi menyampaikan kalau datang ke Supiori saya memakai marga Kawer. “

Dan lebih khusus pada keluarga bapa Kawer dan ibu yang telah menerima kami berlindung dirumah ini, biarlah Tuhan yang punya hidup dan segala sesuatu akan terus memberkati bapa dalam tugas sehari-hari. Saya yakin dan percaya, disaat bapa membuka pintu dan menerima kami meski tidak kenal itu adalah rencana Tuhan. Saya atas nama pribadi dan kelaurga serta keluarga besar partai Demokrat Papua dan juga atas nama pemkab Mamberamo Tengah mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar ba[a wilson Kawer. Tuhan Memberkati. Shalom. Waa. Waa waa.,” urai RHP saat akan meninggalkan rumah keluarga Wilson Kawer.


Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPPD) Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP) dan rombongan disambut hujan deras di Sowek, Supiori, yang oleh masyarakat setempat dianggap sebagai berkah bagi mereka.

Selanjutnya, rombongan kembali harus menumpang perahu semang yang lebih kecil sekitar 15 menit, untuk sampai dilokasi peresmian gereja Elim Sowek Sup, sebab kondisi air laut yang surut saat itu. (Cel)