BERBAGI
Ketua YAPABMAS-KLH, Obeth Demetouw saat menanam pohon

JAYAPURA – Yayasan Pembangunan Air Bersih Masyarakat dan Konservasi Lingkungan HIdup (YAPABMAS-KLH) Provinsi Papua, terus menunjukan komitmennya melakukan penghijauan guna menjaga ekosistem lingkungan.

Kali ini, bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Papua, YAPABMAS-KLH mengadäkan Penghijauan di daerah Pegunungan Kota Jayapura, tepatnya berlokasi di Kali Kotaraja/Belakang KODAM XVII Cenderawasih.

Ketua YAPABMAS-KLH, Obeth Demetouw didampingi Sekretarisnya Moses Sroyer kepada media menuturkan, Kegiatan yang didukung penuh oleh Balai Wilayah Sungai Papua kali ini adalah menanam 5000 pohon dengan titik tanam ditempat yang oleh masyarakat disebut gunung Botak.

“Jadi dibawah Gunung Botak ada sungai Kotaraja dan aliran sungal yang mengarah ke Ajendam. Itulah sebabnya direboisasi. Walaupun Yayasan ini baru terbentuk tetapi kami berkomitmen untuk melakukan penanaman sekaligus perawatan sampai ada hasil yang bisa terlihat,” papar Obeth.

Dikemukakan Obeth Demetouw, dirinya dan engurus berkomitmen bahwa perawatan akan menjadi focus. Sehingga, rumah perawatan akan disiapkan.

“Gunung ini disebut gunung botak karena memang sudah gundul akibat penebangan liar oleh masyarakat untuk bikin kebun,” tuturnya.

Obeth Demetouw menjelaskan, kegiatan penghijauan tersebut sudah dimulai sejak hari Rabu, 23 September 2020 lalu dan akan berjalan sampai 5000 pohon semuanya ditanam.

“Memang kami mengalami kendala karena baru memulai, tetapi bersyukur Kepala Balai Wiayah Sungai Papua mensuport kami sehingga kegiatan pengangkutan, penggalian dan penanaman terus berjalan sampai sekarang. Jarak dari KODAM ke Lokasi tanam kurang lebih 1,5 Km sehingga memerlukan tenaga angkut,” sebut Obeth  yang menambahkan kegiatan ini juga merupakan kegiatan awal untuk memperkenalkan Yayasan ini kepada Publik tetapi secara khusus kepada Instansi Pemerintah /swasta yang bergerak dibidang pengelolaan air maupun hutan baik di Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

“Kami berharap dukungan penuh dari instansi/lembaga terkait berupa saran, nasehat serta arahan karena kami masih muda/baru lahir. Hal itu penting bagi Yayasan sehingga menjadi modal kami bersama Lembaga lain dalam rangka turut menyelamatkan sumber-sumber air maupun hutan. Tema kegiatan “Selamatkan Sumber Air Untuk Kehidupan”,” pungkasnya.

Sementara kepala Balai Wilayah Sungai Papua Nimbrot Rumaropen melalui Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam Papua Ariston Samosir,  memberi apresiasi atas sinergitas yang dibangun oleh Yayasan bersama BSW Papua dan berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan.

“Kami baru pulang dari beberapa Daerah Kabupaten dan kemarin melakukan penanaman sagu di Sentani. Kegiatan-kegiatan ini kita lakukan dalam rangka Gerakan Nasional Kemiteraan Penyelamatan Air. Saya berterima kasih dan kami selalu dukung apa yang dikerjakan, karena itu kordinasi seperti ini terus dibangun,” kata Ariston. (Cel)