BERBAGI
Yudhi/Wone  Frits Catue dan Kepala SMK Negeri 4 Sarmi, Zainal Abidin
Yudhi/Wone
Frits Catue dan Kepala SMK Negeri 4 Sarmi, Zainal Abidin.

JAYAPURA-Frits Catue (anak asli Pantai Barat, Kabupaten Sarmi), satu-satunya perwakilan siswa SMK Negeri 4 Sarmi dipersiapkan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Mamberamo-Tami (Mamta) 2020 di Jayapura.

Kepala SMK Negeri 4 Sarmi, Zainal Abidin,ST,M.Eng mengatakan, keikutsertaan anak didiknya ini untuk menambah pengalaman dan mental untuk dapat bersaing dengan siswa dari sekolah lainnya baik yang ada di Kota, Kabupaten Jayapura dan bahkan di Papua. “Maunya saya bukan hanya di Papua saja melainkan di tingkat nasional,” kata Zainal kepada Wone, Minggu (9/2).

Lebih lanjut, kata Zainal, ilmu yang telah diperolah di sekolah dapat diimplementasikan dalam LKS nanti. “Harapan saya ya, apa yang anak ini dapat di sekolah mampu dibuktikan dalam lomba,” ujar ayah empat orang anak itu.

Hanya satu orang siswa yang ikut LKS menurutnya, jumlah ini sebenarnya sangat kurang sekali, hanya saja kekurangan finansial dan lain sebagainya sehingga diputuskan satu orang siswa saja yang dibawa.

“Sekolah inikan baru dirintis dan hanya satu jurusan yaitu Teknik Bangunan. Oleh karenanya, saya sebagai pimpinan putuskan hanya satu saja. Selain itu, biaya yang besar untuk dapat sampai ke sini adalah alasan utama,” tuturnya dengan raut wajah sedih.

Selain itu juga kata Zainal, siswanya itu harus mengikuti proses pemantapan di bidang Teknik Bangunan sebelum mengikuti LKS. “Jadi siswa ini sebelum ikut LKS saya titipkan selama seminggu di SMK Negeri 6 Jayapura. Mengapa harus saya titip, karena sarana dan prasarana kami begitu minim (sehingga) saya harus menitipkan siswa yang saya anggap mampu dan potensi di Kota Jayapura yang sarana dan prasarananya jauh lebih baik,” jelasnya.

Zainal berharap, ke depan fasilitas bengkel di sekolah yang dipimpinnya dapat dilengkapi, tentu dengan dukungan Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Sarmi. “Memang sarana dan prasarana kami sangat kurang, tetapi saya yakin dan percaya, pemerintah akan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada,” harapnya.

Selain sarana dan prasarana, lanjut Zainal, tenaga pengajar di SMK Negeri 4 Sarmi sangat kurang sehingga membutuhkan tambahan tenaga guru dalam hal ini normatif, Adaptif dan Produktif. “Kami memang kekurangan guru, saya harap juga persoalan ini dapat disikapi secara serius,” tegasnya dengan berharap segera ada sebuah perubahan.

Sekadar diketahui, SMK Negeri 4 Sarmi terletak di Kampung Webro, Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi. Letaknya pun cukup jauh, kira-kira perjalanan dari Kota Sarmi kurang lebih 2 jam perjalanan untuk sampai ke sekolah yang baru dirintis tahun 2006 silam. Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Mamta akan digelar 19-22 Februari 2020.(yek)