BERBAGI
ISTIMEWA Ketua Presidium PMKRI Jayapura periode 2017-2019, Benediktus Bame bersama Ketua Umum HMI Cabang Jayapura periode 2019-2020, Hariyanto Rumagia di Jayapura, kemarin.
ISTIMEWA
Ketua Presidium PMKRI Jayapura periode 2017-2019, Benediktus Bame (kanan) bersama Ketua Umum HMI Cabang Jayapura periode 2019-2020, Hariyanto Rumagia (kiri) di Jayapura, kemarin.

JAYAPURA-Menyambut salah satu event akbar lima tahun, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di mana Provinsi Papua menjadi tuan rumah, hal ini membuat komponen pemuda mengharapkan semua pihak harus mensukseskan kegiatan akbar yang pertama kalinya digelar di Bumi Cenderawasih.

Pernyataan ini dikemukakan oleh Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jayapura periode 2017-2019, Benediktus Bame dalam rilis yang diterima media ini, kemarin.

“PON ini diharapkan dapat membawa hal positif bagi masyarakat Papua. (Sehingga) jangan coba-coba ada yang mau mengambil keuntungan dari agenda ini. Mari kita sukseskan karena ini menyangkut dengan harkat dan martabat orang Papua,” katanya.

Dikatakan, PON harus memberikan memberikan kontribusi terhadap ekonomi dan pembangunan di Tanah Papua.

“Kita berharap relawan yang saat ini diinisiasi oleh KNPI, diharapkan dapat terkontribusi dengan baik dan terstruktur serta dapat terkontrol dengan baik, tidak ada cerita yang mencederai eksistensi pemuda di Papua. Kami berharap PB PON memiliki satu sistem digital yang dapat mengontrol keuangan yang diperuntukkan untuk agenda PON. Hal ini diharapkan agar ke depan pasca-PON penyelenggara tidak berhadapan dengan Hukum,” katanya lagi.

Senada dengan itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jayapura periode 2019-2020, Hariyanto Rumagia memuji, Relawan PON yang saat ini direkrut oleh KNPI Provinsi Papua yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) patut diapresiasi, karena sebagai pemuda di Papua, wajib hukumnya untuk mengambil bagian dalam suksesi PON 2020 di Papua.

“Atribut relawan jangan sampai terkesan ada embel-embel tambahan, karena Relawan PON adalah yang terkontrak untuk mensukseskan agenda besar ini bukan institusi tertentu. Harus ada transparansi keuangan serta kinerja para relawan yang direkrut agar ke depan tak ada bahasa yang tersakiti, namun pada prinsipnya relawan ini cukup efektif,” bebernya.

Pemuda yang akrab disapa putra ini menyebutkan bahwa ke depan PON diharapkan menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan perekonomian rakyat Papua. Mengingat jika tidak, maka sia-sia sudah kehadiran PON di Papua.

“Masih ada waktu beberapa bulan untuk Pemda, KONI dan PB PON, untuk menfungsikan para pemuda yang mempunyai niat baik dalam suksesi PON ini. Kita mau tersisa beberapa bulan ini semua orang di kota maupun di kampung-kampung hanya berbicara/berdiskusi soal PON, karena itu bagian dari kesuksesan penyelenggara terhadap sosialisasi. Jika tidak maka dipertanyakan sosialisasi yang selama ini dilakukan,” sindirnya.

Ditambahkan, potensi sayur-sayuran, umbi-umbian serta rempah-rempah lainnya cukup banyak di kampung-kampung yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan PON.

“Ini sekaligus memanfaatkan hasil tanam yang dilakukan oleh mama-mama Papua yang berada di kampung-kampung. Jika ini berjalan baik usai PON, ada kemajuan ekonomi pasca-PON,” tutupnya.(yan)