BERBAGI
YAMANDER/WONE Suasana Knowledge Sharing yang dilaksanakan oleh Komunitas Kamasan Tembagapura di Kampus Fakultas Teknik Uncen, akhir pekan kemarin.
YAMANDER/WONE
Suasana Knowledge Sharing yang dilaksanakan oleh Komunitas Kamasan Tembagapura di Kampus Fakultas Teknik Uncen, akhir pekan kemarin.

JAYAPURA-Komitmen mencerdaskan generasi muda, menjadi salah satu komitmen dari Komunitas Kamasan Tembagapura, bahkan komunitas ini kobarkan semangat Knowledge Sharing (berbagi pengetahuan) dengan menyambangi Kampus Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, pekan kemarin.

Kebiasaan berbagi ilmu ini menjadi salah satu pilar dari Komunitas Kamasan Tembagapura yang notabene merupakan para pekerja di PT Freeport Indonesia (PTFI), yang memiliki tujuan mencerdaskan kehidupan generasi Papua. Dimana dalam knowledge sharing yang dilakukan bersama dengan mahasiswa Pertambangan, Fakultas Teknik Uncen ini memberikan edukasi yang positif.

“Pada dasarnya kami punya harapan mengenai pendidikan di Papua saat ini, di mana kita ketika berbicara tentang pendidikan itu referensi adalah tambang di mana PTFI, merupakan salah satu sumber referensi. Dimana kami hadir di sini sebagai teman cerita yang memberikan gambaran buat pendidikan di Uncen, dalam hal ini Fakultas Teknik tentang PTFI,” ungkap Koordinator Kamasan Tembagapura, Jeff Rumbewas kepada Harian Wone, akhir pekan kemarin.

Dikatakan, anggota Komunitas Kamasan Tembagapura, umumnya berkecimpung di dunia tambang PTFI, sehingga pihaknya hadir untuk menjelaskan apa yang tugas seorang pekerja tambang. “Terutama apa yang kami berbagi hari ini (Sabtu,red), di mana apa yang kami gunakan untuk mengoperasikan tambang bawah tanah yang kami kerjakan, dan apa yang kami dapatkan terutama dari sisi tecnical dan juga Drive Capital (perusahan modal ventura) atau dari sisi human (manusia), ini poin yang kami berbagi,” bebernya.

Hal lain yang dibicarakan, ujar Rumbewas, pihaknya juga berbicara soal bagaimana pemanfaatan teknologi, mengingat ada hubungan erat antara tambang dengan teknologi.

“Jadi kalau melihat referensi, di mana hampir semuanya berkiblat ke PTFI, di mana masalah pendidikan saat ini adalah Indonesia malah minim sekali, bahkan referensi terhadap teknologi dan pertambangan kurang (sehingga) sebagai profesional yang setiap harinya adalah pelaku tambang, ini memberikan semacam gambaran umum apa yang sudah dilakukan atau menyiapkan SDM dari sekarang, saat dibuka pendaftaran masuk PTFI,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan SDM Papua dengan knowledge sharing yang menarik dan diminati oleh generasi selanjutnya, dalam artian jika dipersiapkan dengan baik. “Kita juga memberikan solusi bagi mahasiswa/i terutama mempersiapkan SDM Papua yang unggul,” pungkasnya.(yan).