BERBAGI
Spanduk iklan dan sosialisasi gelaran festival Mamberamo Raya

JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Raya bersiap menggelar Pesta Budaya, yang  dijadwalkan berlangsung di Kasonaweja, tanggal 4-6  Desember 2019.

Pesta Budaya Mamberamo Raya ini direncanakan dibuka Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa, AKs, SSos, didampingi  Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Mamberamo Raya dan para pimpinan  Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Mamberamo Raya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Mamberamo Raya Alexander Laim, SE, MM di  Jayapura, Minggu (24/11) menjelaskan Mamberamo Raya terdiri dari 2 rumpun budaya besar, yakni Tabi dan Saereri.

“Kami berupaya memadukan dua wilayah adat Tabi dan Saereri. Dimana dua wilayah adat ini masing- masing mengklaim bahwa wilayah adat yang satu lebih penting dari pada wilayah adat yang satu,” ujarnya.

Kerena itu, jelasnya, pihaknya juga akan mempertemukan dan menyatukan  kedua wilayah adat ini, agar melahirkan suatu kesepakatan yang nantinya bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat melanjutkan  pembangunan di Mamberamo Raya.

Pesta Budaya Mamberamo Raya ini, terangnya,  mengusung Tema Budaya, Jatidiriku dan  Sub Tema  Menata Masa Depan  Mamberamo Raya Diatas  Fondasi Budaya.

Alexander Laim

Ia menjelaskan, Pesta Budaya Mamberamo Raya ini akan menampilkan kelompok musik tradisionil, tarian tradisional, pameran dan kuliner  mewakili 15 Distrik  yang ada di Mamberamo Raya.

Pesta Budaya Mamberamo Raya ini juga bakal dimeriahkan sejumlah grup band dan artis-artis Papua, seperti Oyandi Voice, Ko’nac Accustic, Anafre Singer’s, Trio Papua.

Alexander Laim mengatakan,  Pesta Budaya Mamberamo Raya ini meliputi dua kegiatan besar. Masing-masing pentas seni dan budaya Mamberamo Raya dan diskusi atau seminar budaya.

Seminar budaya ini menampilkan nara sumber  dari Jurusan Antropologi Uncen (Universitas Cenderwasih) Jayapura, MRP (Majelis Rakyat Papua)  dan Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) Provinsi Papua.

Dikatakannya, pesta budaya Mamberamo Raya ini tujuannya adalah dalam rangka upaya pemerintah dalam pembinaan, perlindungan  dan  pemajuan kebudayaan daerah suku/etnis Mamberamo Raya.

Sedangkan  diskusi dan seminar  adalah upaya pemerintah dalam rangka memberikan pencerahan terhadap masyarakat Mamberamo Raya  terkait cara pandang mereka terhadap pemerintahan Mamberamo Raya yang tak bisa kita pungkiri secara aspek yuridis (hukum) dibentuk diatas  dua (2) wilayah budaya, yakni Tabi dan Saereri.

Masih menurut Alexander Laim, Pesta Budaya Mamberamo Raya ini akan ditutup dengan  penyerahan kesepakatan antara Pemkab Mamberamo Raya dan  perwakilan wilayah adat Tabi dan Saereri. Dilanjutkan ritual adat Bakar Batu dan  makan bersama. (Mdc)