BERBAGI
Dekan FIKOM (Fakultas Ilmu Komputer dan Manajemen) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Yulius Palumpun, M.Cs, ketika memaparkan materi, ketika Seminar Penataan dan Penyusunan Rencana E-Government Mamberamo Raya Menuju Smart City di Hotel Aston, Jayapura, Kamis (21/11).

JAYAPURA – Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Mamberamo Raya dan  FIKOM (Fakultas Ilmu Komputer dan Manajemen)  USTJ (Universitas Sains dan Teknologi Jayapura), menggelar Seminar Penataan dan Penyusunan Rencana E-Government  Menuju Smart City (Kota Pintar) di Hotel Aston, Jayapura, Kamis (21/11).

Acara ini dibuka Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa, AKs, SSos,  yang diwakili Asisten Sekda Mamberamo Raya Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Drs. Suparno, MM, dan menghadirkan dua orang pemateri, masing-masing Prof. Ir. Zainal A. Hasibuan, MLS, PhD Guru Besar Universitas Indonesia dan Yulius Palumpun, M.Cs Dekan FIKOM USTJ.

Turut hadir para Kepala OPD (Organisasi Pimpinan Daerah) di lingkungan Pemkab Mamberamo Raya dan mahasiswa USTJ Jayapura.

Suparno mengatakan,   untuk menuju E- Government  dan Smart  City bukan sesuatu yang mudah. Dan ini tentunya merupakan bagian yang  penting, sesuai dengan perkembangan revolusi industri 4.0 di era digital.

“Suka tak  suka, siap tak siap kita harus menuju kesana,” ujarnya.

Oleh karena itu, jelasnya, Pemda Mamberamo Raya harus menyiapkan banyak hal didalam penataan dan penyusunan E- Government dan juga Smart City,  walaupun ada banyak tantangan. Tapi tentu bahwa langkah pertama terkait dengan ini adalah menyangkut rencana lima tahun kedepan di 2019 – 2024 tentu harus diterbitkan semacam Peraturan Daerah sebagai payung hukum bagi Pemda Mamberamo Raya didalam membangun E -Government dan Smart  City.

Disamping persoalan perangkat hukum, ungkapnya, pihaknya juga tentu mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang menguasai persoalan IT (Informasi dan Teknologi).

“Persoalan IT ini juga kita sering dengar sesungguhnya didalam pengelolaannya  tak semua orang bisa, karena ada banyak hal yang tentu harus dipelajari secara khusus,” katanya.

Untuk mengatasi keterbatasan IT ini, terangnya,  pihaknya akan membuat kebijakan,  untuk mempersiapkan tenaga IT  yang handal dan profesional.

“Nanti seperti apa sambil kita melihat didalam perjalan ini,  tapi harapannya bahwa dari hasil seminar ini akan keluar satu panduan bagaimana penataan E Government maupun Smart City Kabupaten Mamberamo Raya,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mamberamo Raya Moses Sroyer mengatakan,  Seminar Penataan dan Penyusunan Rencana E-Government  Menuju Smart City ini merupakan tindaklanjut dari penandatanganan kesepakatan atau MoU  (Memorandum of Understanding) oleh Pemkab Mamberamo Raya dengan Rektor USTJ pada tahun 2018 lalu.

Dijelaskannya,  Seminar Penataan dan Penyusunan Rencana E-Government  Menuju Smart City ini terpokok adalah amanat dari  Rencana  Aksi Pemberantasan Korupsi dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Dimana Pemkab Mamberamo Raya juga sudah memasuki  era  SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

Dengan demikian, tukasnya, sistem pelayanan    pemerintahan yang transparansi, efektivitas dan efisiensi itu akan terlaksana.

Karena itu, ujarnya,  dukungan- dukungan dari lembaga pendidikan seperti USTJ ini diharapkan dapat membantu Pemkab Mamberamo Raya dalam melakukan kajian- kajian,  agar sesuai dengan harapan dan tuntutan   dari lembaga -lembaga audit.

“Ini kita tak dapat melaksanakan  sendiri, tapi  harus terintegrasi dengan lembaga pendidikan, termasuk USTJ,” ungkapnya.

Dekan FIKOM USTJ Jayapura Yulius Palumpun, MCs mengatakan, Seminar Penataan dan Penyusunan Rencana E-Government  Menuju Smart City, sebagaimana  perencanaan awal adalah melakukan survey ke 20 OPD yang ada di lingkungan Pemkab Mamberamo Raya, tapi pada akhirnya hanya dapat melakukan survey ke  11 OPD.

“Ini memang tantangan, karena lokasi yang kita survey  memang cukup berat,” katanya.

Dalam melakukan survey, ungkapnya, pihaknya menanyakan 5 aspek pendukung dalam pelaksanaan E Government. Salah -satunya aspek adalah infrastruktur.

“Ketika kita melakukan survey memang masih banyak tantangan dan masih banyak hal -hal yang masih belum disiapkan dan diperbaiki, sehingga  perlu kesiapan infrastruktur dari Pemkab Mamberampo Raya,” ungkapnya. (Mdc)