BERBAGI
YBM PLN For WONE Pengurus YBM PLN Papua bersama Direktur Lembaga Empowerment Of Human Solution (EMH Solution) dan School Of Life Leswadi ST dan siswa/siswi SMA ketika foto bersama di halaman SMK Sidratul Muntaha di Wamena, kemarin.
YBM PLN For WONE
Pengurus YBM PLN Papua bersama Direktur Lembaga Empowerment Of Human Solution (EMH Solution) dan School Of Life Leswadi ST dan siswa/siswi SMA ketika foto bersama di halaman SMK Sidratul Muntaha di Wamena, kemarin

JAYAPURA-Pascatragedi konflik Sosial yang terjadi di Wamena, Jayawijaya pada 23 September silam, maka Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, mengadakan kegiatan trauma healing (pemulihan trauma) bagi pelajar di Wamena.

YBM sendiri merupakan salah satu lembaga yang programnya bergerak di bidang sosial kemanusiaan, di mana dalam kegiatan tersebut YBM PLN menggandeng konsultan trauma heealing yang juga Direktur Lembaga Empowerment Of Human Solution (EMH Solution) dan School Of Life Leswadi ST bersama tim.

Kegiatan ini diikuti ratusan siswa yang terdiri dari SMK Sidratul Muntaha dan SMA Nurul Haq Yapis Wamena. Kegiatan tersebut dilakukan pascaanak-anak sekolah selesai melakukan Ujian Akhir Semester (UAS).

“Selain memberikan kegiatan trauma healing di mana di akhir kegiatan YBM membagikan tas sekolah kepada para anak sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut,” ungkap Amil YBM PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Basri La Ndika kepada media ini, Rabu (20/11).

Lanjut Basri, kegiatan dilakukan dari tanggal 19-20 November 2019 dengan mengambil tema kegiatan “Tetap Kuat Menghadapi Cobaan dan Menjadi Pribadi yang Terhormat dalam Kondisi Apapun”.

“Merujuk pada tema, sengaja kami ambil guna membangkitkan kembali semangat anak-anak sekolah pascakejadian tragedi konflik sosial di Wamena pada 23 September lalu. Semoga dengan kegiatan ini dapat kembali memberikan semangat baru serta bisa melupakan dan tidak membekas dalam ingatan mereka,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala SMK Sidratul Muntaha, Tarsan Yalida,SE,M.Si menyampaikan, terima kasih kepada YBM PLN, di mana sudah memiliki sekolah tersebut untuk dijadikan pusat kegiatan trauma healing.

Menurutnya, saat kejadian tragedi konflik sosial SMK Sidratul Muntaha dan SMA Nurul Haq Yapis Wamena, meninggalkan sebuah trauma yang mendalam bagi para siswanya. Bahkan pascakejadian tersebut para anak didik diliburkan selama 2 minggu dan kegiatan proses belajar-mengajar baru kembali normal pada Senin (7/10).(yan)