BERBAGI
Dokumen Dr Yermia Msen For Wone  Letda Ckm dr. Max Fernando Msen, Putra Asli  Papua Pertama Yang Menjadi Dokter TNI AD ketika berpose bersama sang ayah, Dr.dr.Yermia Msen,M.Kes
Dokumen Dr Yermia Msen For Wone
Letda Ckm dr. Max Fernando Msen, Putra Asli Papua Pertama Yang Menjadi Dokter TNI AD ketika berpose bersama sang ayah, Dr.dr.Yermia Msen,M.Kes

 Bincang-Bincang dengan Letda Ckm dr. Max Fernando Msen, Putra Asli Papua Pertama yang Menjadi Dokter TNI AD.

 Putra-putri asli Papua mulai menunjukan kemampuan terbaik dengan bersaing dengan anak bangsa lainnya, salah satunya prestasi membanggakan ditunjukan salah satu putra asli Papua asal Pulau injil Supiori, Letda Ckm. dr. Max Fernando Msen yang berhasil menuntaskan pendikan Perwira Prajurit Karier TNI AD (Pa PK TNI AD). Bagaimana kisah perjuangannya? 

Laporan : Yamander Yensenem-Jayapura 

Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/11), tampak penuh sesak dengan prajurit-prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI), yah kali ini memang tidak seperti pelantikan prajurit lainnya, namun cukup menarik karena untuk pertama kali dalam sejarah TNI, anak asli Papua turut serta dalam pelantikan Perwira Prajurit Karir TNI Khusus Tenaga Kesehatan.

Pelantikan Pa PK TNI AD sendiri merupakan Perwira yang bersumber dari Sarjana dan Diploma yang direkrut untuk menjadi prajurit TNI. 185 Pa PK TNI tersebut, terdiri dari 102 personel TNI AD (73 pria dan 29 wanita), 50 personel TNI AL (34 pria dan 16 wanita) dan 33 personel TNI AU (27 pria dan 6 wanita).

Dalam  Upacara Prasetia Perwira tahun 2019 tersebut, terlihat dengan gagah seorang anak muda asal Papua, Letda Ckm dr. Max Fernando Msen turut mengambil bagian bersama-sama dengan 184 Pa PPK TNI dalam pelantikan tersebut, bahkan putra sulung dari Dr.dr Yermia Msen,MKes berada pada posisi 12 dari 185 Pa PK TNI tersebut.

Lulusan Fakultas Kedokteran Sultan Agung Semarang tahun 2014 ini tercatat sebagai siswa Pa PK TNI angkatan 26 Tahun Akademik 2019 di Akmil  Magelang, dimana pria yang menyelesaikan pendidikan prefesi dokter tahun 2016 ini, dalam keseharian bertugas, dr. Fernando menjadi dokter umum di RS Marthen Indey Jayapura.

Dirinya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan usai dilantik oleh Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto,S.I.P bahkan pelukan hangat dan cucuran air mata melengkapi pelukan hangat dirinya dengan ayahnya yang mendukung dirinya sejak menempuh pendidikan di Akmil sejak Mei silam.

Kepada Harian Wone, Nando sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa dirinya menempuh pendidikan di Akmil Magelang, yakni Pa PK TNI, dimana dirinya seorang dokter memberanikan diri untuk mendaftar Pa PK, di mana setelah diterima dirinya bersama rekan-rekan digembleng untuk membantu tugas-tugas pokok TNI AD yakni pembinaan kesehatan prajurit, keluarga prajurit hingga satuan yang tergabung dalam TNI AD.

“Kami menempuh pendidikan Pa PK di Akmil selama 7 bulan yang terbagi menjadi 3 bagian, dimana 3 bulan pertama, kami mendapat pendidikan militer dasar, setelah itu kami dilantik sebagai sersan siswa, selanjutnya kami tempuh lagi pendidikan sersan siswa selama 3 bulan, sebulan kemudian kami dilantik sebagai sebagai Letnan Dua (Letda) dengan gelar korps kami Ckm dan diikuti dengan gelar dan nama panjang kami,” ungkapnya via telepon seluler kepada media ini.

Dikatakan, mereka digembleng ala militer mengingat selain sebagai dokter, juga sebagai seorang prajurit, mengingat pihaknya juga bekerja kepada negara dalam lingkup prajurit yang merupakan babak baru di luar ilmu kedokteran yakni ilmu perang dasar.

“Setelah dilantik saya ditempatkan di Kopasus, semoga mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai yang diamanatkan,” katanya.

Sementara itu, ayah dari Letda Ckm Max Fernando Msen, Dr.dr. Yermia Msen menyampaikan rasa bangga atas prestasi prestisius yang diraih oleh anak sulungnya tersebut, setelah salah satu anaknya Sherina Fernanda Msen meraih penghargaan Magna Cumlaude atau gelar kehormatan dari Cordon University, Oregon, Amerika Serikat pada awal Mei lalu. Sherina adalah mahasiswa Papua pertama yang dianugerahi “Top Accounting Student” oleh Oregon Society of Certified Public Accountants OSCPA.

“Pertama saya mengucapkan terima kasih, karena ini merupakan kebanggaan kedua bagi saya dan keluarga, setelah anak saya yang kedua, Sherina Fernanda Msen yang meraih penghargaan Magna Cumlaude, sekarang dokter Fernando menjadi dokter pertama Papua asal Biak-Supiori yang gabung di jajaran TNI AD,” ungkap pria yang juga mantan Direktur RSUD Jayapura ini.

Menurut Msen, sejak mengikuti tes hingga menyelesaikan pendidikan Pa PK TNI di lingkungan Akmil Magelang, dimana Fernando berjuang dengan kemampuan sendiri untuk dapat diterima mengikuti pendidikan Pa PK TNI. “Dia sebenarnya berprestasi karena standar pendidikan yang digunakan kan sama dimana dia menempati peringkat 12 dari keseluruhan Pa PK TNI yang dilantik,” imbuhnya.

Msen menuturkan, keberhasilan yang ditunjukan oleh putra sulungnya pada prinsipnya menunjukan kepada semua pihak bahwa anak-anak Papua juga bisa membuktikan bahwa secara Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya mempunyai harapan ke depan, mudah-mudahan dengan adanya anak saya sudah masuk sebagai dokter pertama Papua di jajaran TNI AD yang ikut dalam pelantikan ini, diharapkan ke depan ada dokter-dokter berikutnya dari Papua yang ikut dalam Pa PK TNI,” tuturnya.

Meski begitu, Yermia menyarankan kepada pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk membantu memberikan dukungan bagi anak-anak Papua yang kelak menempuh pendidikan Pa PK TNI, baik dari sisi dukungan finansial maupun dukungan non teknis lainnya.

“Pemerintah perlu membantu mereka kan ini pengembangan SDM Papua tetapi di bidang militer, sama seperti Aparatur Sipil Negara (ASN,red), maka pemerintah daerah berkenan untuk membantu (sehingga) kelak akan lahir dokter-dokter lainnya penerus dari dokter Fernando,” pungkasnya (***)