BERBAGI

“Dari Launching Kartu Indentitas Anak (KIA) di Kabupaten Mamberamo Raya”

Pimpinan dinas dna petugas menyerahkan KIA kepada siswa di Mamberamo Raya

BURMESO – Pemerintah kabupaten Mamberamo Raya dibawah kepemimpinan Bupati Dorinus Dasinapa dan Wabup Yakobus Britai tak hentinya melakukan serangkaian terobosan dan kebijakan dalam optimalisasi pembangunan didaerah tersebut.

Salah satunya seperti terobosan kebijakan yang kembali dilakukan oleh Bupati Dorinus, yakni dengan Launching Kartu Identitas Anak (KIA) di lingkungan Kabupaten Mamberamo Raya yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Senin 4 November 2019.

Dikemukakan Bupati Dorinus, Kartu Identitas Anak (KIA) adalah Bukti Identitas Resmi untuk Anak dibawah 17 Tahun yang berlaku selayaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi orang dewasa pada umumnya.

Kartu ini diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamberamo Raya yang juga sama seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kartu Identitas Anak (KIA) diterbitkan dalam dua versi yaitu untuk anak usia 0 -5 tahun dan anak usia 5 17 tahun. Masa berlaku kartu juga berbeda yaitu untuk anak usia kurang dari 5 tahun, maka masa berlakuknya akan habis ketika mereka menginjak usia 5 tahun. Sementara bagi anak usia diatas 5 tahun maka masa berlakunya akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari,” urainya.

Ketika anak telah memasuki usai ke 17 tahun, kata Bupati Dorinus, KIA akan secara otomatis diubah menjadi KTP, hal ini disebabkan karena nomor yang tertera di KIA akan sama dengan yang ada di KTP.

“Secara umum Kartu ini memiliki kegunaan yang sama dengan KTP sesuai Permendagri Nomor 2 Tahun 2016. Penerbitan KIA ini dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses anak untuk menikmati sarana umum hingga dan mencegah terjadinya perdagangan anak. Kartu ini juga menjadi bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu anak itu mengalami peristiwa buruk,” jelasnya.

Tidak hanya itu, menurut Bupati Dorinus lagi, KIA juga berguna untuk memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang Kesehatan, Pendidikan, Migrasi, Perbankan dan Transportasi bahkan bisa mendapatkan diskon khusus di pusat-pusat perbelanjaan namun hanya berlaku di toko-toko atau tempat belanja yang sudah menjadi mitera pemerintah daerah.

Terkait dengan pentingnya manfaat KIA ini, dirinya meminta para orangtua atau guru untuk membantu mendorong sekaligus mengurus KIA ini bagi anak-anak.

“Kalau pemerintah sudah memberi perhatian maka masyarakat dalam hal ini orangtua, guru atau dinas-dinas terkait harus menjemput atau mendukung. Kita tidak memiliki uang yang banyak untuk menolong anak-anak ini sehingga melalui bentuk perhatian pemerintah kepada seperti kiranya ini program mendapat dukungan oarangtua/masyarakat sehingga kebutuhan anak-anak dapat terlayani,” paparnya. (adm)