BERBAGI

 

Syamud Basri Ngabalin For Wone     Syamsul Basri Ngabalin
Syamud Basri Ngabalin For Wone
Syamsul Basri Ngabalin

JAYAPURA-Langkah Politisi Partai Golongan Karya (Golkar), Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk mengikuti pemilihan Ketua Umum partai berlambang pohon beringin ini dinilai mengganggu pemerintahan Presiden, Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden, Prof. Dr. Maarif Amin.

Hal ini ditegaskan Oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG),  Syamud Basri Ngabalin dalam press release yang diterima oleh media ini.

Menurutnya, dalam pidato puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Golkar ke-55 yang berlangsung di Jakarta, kamis (7/10), di mana presiden mengucapkan selamat kepada Partai Golkar. Dimana Jokowi menyampaikan perihal yang sangat prinsip menyangkut Partai Golkar dan perannya pada pemerintahan saat ini.

“Presiden menyebutkan Partai Golkar akan melejit di bawah Airlangga Hartarto sebagai ketua umum yang top. Kedua, Partai Golkar telah menjadi tulang punggung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin,” katanya Basri.

Dikatakan, selain itu presiden mengharapkan agar tidak terjadi kegoncangan di Partai Golkar, yang bakal berimbas kepada pemerintahan. “Solidaritas dan komitmen harus terjaga jelang Munas (Musyawarah Nasional,red) Golkar,” katanya.

Basri menuturkan bahwa Jokowi telah memberikan pesan politik yang jelas di dalam pidatonya pada HUT Golkar bahwa Partai Golkar suaranya ke depan akan melejit di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

“Di dalam pesan ini jelas bahwa Jokowi merestui Airlangga Hartarto untuk kembali dipilih sebagai ketua umum Partai Golkar pada Munas Golkar yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019 dan Airlangga Hartarto merupakan syarat mutlak (condition sine qua non,red) kebesaran Partai Golkar,” tuturnya.

Selain itu, Airlangga Hartarto dan Partai Golkar kini menjadi tulang punggung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Oleh karena itu, segenap kader Partai Golkar harus menjaga soliditas Partai Golkar dan pemerintah.

“Ucapan Jokowi mengenai soliditas dan komitmen merupakan pesan terhadap seluruh kader Partai Golkar, khususnya kepada Bambang Soesatyo yang juga menghadiri perayaan HUT ke-55 Partai Golkar,” lanjutnya.

Dimana penekanan Jokowi terhadap soliditas dan komitmen merupakan ekspresi pengetahuan Jokowi akan adanya komitmen Bambang Soesatyo untuk mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dan tidak akan lagi maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar setelah didorong dan dijadikan sebagai Ketua MPR RI.

Golkar, ujar Basri, menyampaikan terima kasih kepada Jokowi telah menjadi perekat soliditas dan pengingat di antara kader Partai Golkar.

“Kini, Bambang Soesatyo harus menyadari ambisinya tetap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar bukan hanya mengingkari komitmen terhadap partai dan Airlangga Hartarto secara pribadi, tetapi juga akan mengganggu soliditas partai Golkar dan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengingatkan bahwa ambisi dari Bambang Soesatyo bisa menjadi tidak terkendali.

“Jika menggunakan penalaran yang wajar, ambisi tersebut dapat merusak relasi Partai Golkar dengan Pak Jokowi dan akan menjadi titik mulainya guncangan terhadap pemerintah. Tentu Bambang Soesatyo telah menyadari hal tersebut dengan segala konsekuensinya,” lanjutnya lagi.

Basri menduga, Bambang Soesatyo tetap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar karena didukung oleh kekuatan yang ingin menjauhkan Partai Golkar dari Jokowi dan tidak senang Jokowi mendapatkan dukungan penuh dari Partai Golkar.

“Hal ini dilakukan karena jika Golkar selalu berada di sisi Jokowi, kekuatan tersebut tidak dapat mengganggu dan menekan pemerintah,” katanya lagi.

Ditambahkan, pihaknya mengharapkan, kepada semua kader terbaik Golkar untuk menjaga solidaritas dan komitmen membesarkan partai Golkar.

“Peran dan kepedulian pak Jokowi pada Partai Golkar telah menjadikan dan memberikannya hak untuk ikut menentukan kebesaran Partai Golkar. Pak Jokowi adalah kita” tambahnya.

Sementara itu, merespon pidato Jokowi pada HUT Golkar pada Kamis (7/10), melalui Ahmadi Noor Supit selaku Ketua Tim Pemenangan Bambang Soesatyo sebagai calon ketua umum Partai Golkar menegaskan Bambang Soesatyo tetap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar atas desakan semua kalangan.

“Saya ingin sampaikan bahwa BS (Bambang Soesatyo,red) atas dasar desakan dan dukungan yang keras dari bawah, dari atas, dari bawah, dari pinggir, dari semua kalangan Bamsoet harus tetap maju sebagai caketum Golkar,” kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan, keikutsertaan Bamsoet tersebut adalah aspirasi yang berkembang dari seluruh tingkatan di internal Golkar.

Dia mengklaim, mayoritas kader menginginkan Golkar bangkit dari keterpurukan yang terjadi selama tiga periode. Dan Ahmadi menegaskan sosok yang bisa membawa kebangkitan itu adalah jagoannya.

“Tokoh itu adalah Bamsoet. Bamsoet atas dasar desakan dukungan yang begitu keras dari bawah, atas, samping, dari semua kalangan, tetap harus maju sebagai calon ketua umum Golkar,” pungkasnya.(yan)