BERBAGI
Kasat Reskrim Polres yapen ( tengah ) IPTU Handry M.Bawillung di dampingi oleh Kabag Humas Polres yapen dan penyidik saat melakukan press release pencurian uang lewat ATM korban

SERUI : Pihak Kepolisian Resor Kepulauan Yapen telah mengamankan dan menetapkan seorang pemuda yang masih dibawah umur, sebagai tersangka dalam kasus pembobolan ATM yang dilaporkan hilang milik korban LY (50 tahun).

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Yapen, AKB Penri Erison melalui Kasat Reskrim IPTU Handry Bawillung menjelaskan, kronologi kejadian pembobolan ATM terjadi Sabtu 12 oktober 2019 sekitar pukul 20.00 Wit, dimana malam itu sekitar alun-alun Serui telah terjatuh sebuah kartu ATM bersama kertas yang berisikan nomor PIN.

Kemudian kartu atm yang jatuh ditemukan tersangka dan melakukan penarikan tunai mulai tanggal 12-15 oktober 2019, sebelum diblokir oleh pemilik kartu pada 15 oktober.

“Setelah terblokir pelaku membuang ATM milik korban,” ungkap Iptu Handry Bawillung kepada media, Senin (4/11).

Diungkapkan Iptu Handry, penggungkapan kasus ini dari laporan korban LY setelah melakukan pemblokiran ATM pada tanggal 15 Oktober lalu. Selanjutnya penyidik unit II indagsi melakukan penyelidikan dengan melakukan interogasi kepada saksi serta barang bukti berupa rekening koran dan CCTV.

Senin tanggal 28 oktober, penyidik kembali mendapatkan tambahan barang bukti dari Bank BRI terkait telah dilakukannya transfer dari rekening korban kepada salah seseorang dengan nisial YLR dan RR.

“Penyidik berhasil menemukan rumah YLR dan ternyata tersangka merupakan adiknya. Dari hasil interogasi kepada kakak tersangka dengan mencocokan orang lewat rekaman CCTV, polisi berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan pada hari berikutnya,” papar dia.

Iptu Handry menambahkan, tersangka dikenai pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Namun akan dilihat kembali dengan undang-undang perlindungan anak, karena tersangkanya anak di bawah umur maka di lihat lagi,” sambungnya.

Adapun barang bukti utama berupa kartu ATM korban sampai saat ini belum di temukan dan masih dalam proses pencarian.

Sedangkan jumlah saldo utama dalam ATM sebesar Rp.66.261.200 dan telah di lakukan penarikan oleh tersangka sebesar Rp.54.200.000 sedangkan jumlah transfer yang dilakukan sebesar Rp.25.000.000. (Herman)