BERBAGI
YAMANDER/WONE  Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager,S.Hut,MUP ketika memberikan materi dalam dialog publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 yang dilaksanakan oleh HMI MPO Cabang Jayapura, HMI MPO Komisariat Uniyap dan Garbi Papua pada salah cafe di Kota Jayapura, pekan kemarin.
YAMANDER/WONE
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager,S.Hut,MUP ketika memberikan materi dalam dialog publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 yang dilaksanakan oleh HMI MPO Cabang Jayapura, HMI MPO Komisariat Uniyap dan Garbi Papua pada salah cafe di Kota Jayapura, pekan kemarin.

JAYAPURA-Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager,SHut,MUP menekankan, pentingnya pendidikan soft skill, mengingat sumber daya unggul adalah yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skill-nya.

“Kita harus berpikir bagaimana kita harus membangun Sumber Daya Manusia (SDM,red) yang kuat, berbagai hal termasuk Bahasa Inggris, harus digenjot soft skill, pengusaha teknologi dan informasi keunggulan kompetitif (sehingga) setiap proses harus menghasilkan generasi yang unggul,” ungkapnya ketika memberikan materi dalam dialog publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jayapura, HMI MPO Komisariat Uniyap dan Garbi Papua pada salah cafe di Kota Jayapura, pekan kemarin.

Dikatakan, peran pemuda penting dalam mendukung pembangunan yang terus berubah mengikuti putaran zaman. “Kita semua di seluruh Indonesia termasuk Tanah Papua, di mana di dalam era ini, dunia terus berubah, di mana setiap masa terus berubah bahkan kita orang Indonesia, termasuk di Papua, jika tidak siap maka perubahan yang berubah, kita tidak berubah,” katanya.

Dirinya menyebutkan bahwa pemuda bisa menjadi motor penggerak, sehingga ketika menjadi pemimpin tidak berada di balik meja, melainkan turun ke lapangan.

“Kalau kita tunda berarti perkara menumpuk. Apalagi saat ini kan kita berpacu dengan kecepatan digital hari ini di mana saat ini kan sudah 4G,” sebutnya.

Kata Piter, saat ini semua berpacu pada keunggulan kompetitif, di mana merujuk pada kemampuan memformulasikan strategi yang menempatkan pada posisi menguntungkan.

“Kalau keunggulan komparatif itu keunggulan sebagai pembanding, misalnya keunggulan SDM,  masalahnya kita bicara output (sehingga) membutuhkan orang-orang muda yang berkarakter,” katanya.

Piter juga mengingatkan, pemuda agar tidak menjadikan smartphone sebagai pengganti peran interaktif antarmanusia.

“Kita harus perkuat SDM karena ke depan kompetisi semakin ketat antarorang per orang, sudah tidak ada antarkelompok atau antargolongan, ini yang menjadi kendala selama ini,” bebernya.

Piter yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Keerom ini menegaskan, persoalan SDM memang menjadi masalah klasik yang harus diselesaikan dengan strategi yang tepat.

“SDM yang kuat menjadi kunci keberhasilan pembangunan, oleh sebab itu ketika saya menjadi wakil bupati, saya beri perhatian pada sektor ini,” tuturnya.(yan)