BERBAGI
Bupati Yahukimo Incumbent, Abock Busup saat pemaparan visi misi di partai NasDem

JAYAPURA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Papua, Sabtu (02/11/2019) menggelar pleno dan pemaparan visi misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Sebelas Kabupaten di Papua yang juga menggelar pilkada serentak tahun 2020 mendatang.
Pleno dibuka langsung ketua NasDem Papua Mathius Awoitauw dan dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari dan berlangsung disalah satu hotel di kabupaten Jayapura.

Sekretaris DPW Partai NasDem Papua, Sulaeman Hamzah kepada Media Indonesia menjelaskan, pleno visi misi dilakukan sebagai salah satu rangkaian penjaringan menuju penetapan calon yang akan diusung oleh partai bentukan Surya Paloh itu di Pilkada serentak Sebelas Kabupaten di Papua.

“Ini program penjaringan bakal calon sebelas kabupaten. Ada sebagian sudah sampaikan di kabupaten. Karena deadline waktu pusat, maka sebagian besar dibawa kesini untuk visi misi. Proses inilah sebetulnya kita lakukan memilih orang terbaik dari kabupaten bersangkutan,” tuturnya.

Menurut Sulaeman Hamzah yang juga kembali terpilih menduduki kursi DPR RI itu, Kriteria NasDem relatif tidak banyak.

“Kita hanya mau ada kesungguhan dari bakal calon yang benar mau membangun daerahnya. Sebab kita lihat sekarang di hampir semua kabupaten kita lihat pemandangan yang kurang bagus. Ada pejabat yang kita lihat lebih banyak senang-senang diluar ketimbang melayani masyarakat. Ini kita NasDem mau balik. Kita arahkan kalau kita using nanti adalah yang benar-benar mau mengabdi di daerah, melayani masyarakat,” urainya.

Apa yang terjadi dalam masyarakat dia harus paham. Inilah proses ini terjadi,” sambung Sulaeman.

Dia menambahkan, tiap daerah akan dijaring terbanyak Lima bakal calon sebelum nantinya dibawa ke DPP untuk mengerucut menjadi satu bakal calon disana.

“Itu akan kita bawa ke DPP dan disana akan mengalami proses seperti ini. Tidak otomatis itu dia incumbent atau katakan dia ketua partai lalu masuk calon itu tidak otomatis jadi yang kita using. Karena NasDem kalau melihat ada calon lain yang ternyata yang lebih bagus dan hasil surveinya juga bagus tentu dia yang diusung,” kata dia.

Masih menurut Sulaeman, kewenangan pemberian rekomendasi pada bakal calon sepenuhnya ada di DPP Pusat. Bakal calon bersangkutan pun baru hanya dapat rekomendasi sebagai kekuatan pertama dan belum final.

“Rekomendasi itu juga masih bisa dicabut. Itu Jika ternyata dalam kurun waktu tertentu sampai jelang pendaftaran dia tidak bisa menunjukan dan yakinkan masyarakat berpihak ke dia. Sampai terakhir surat keputusan dari DPP, barulah bisa digunakan untuk mendaftar ke KPU. Proses itu yang jalan,” pungkasnya.

Sementara Abock Busup, salah satu bakal calon yang mendaftar ke NasDem untuk kabupaten Yahukimo, menyebut partai NasDem sebagai pilihan utama banyak calon.

Sebagai Bupati Incumbent yang juga diusung partai NasDem di periodenya yang pertama, Abock mengaku optimistis bisa kembali diusung.

“Saya dan pasangan kembali maju periode kedua. Kita sudah komitmen dan sudah lakukan bersama di periode pertama kami. Kini tentu kami lebih optimis mendapat dukungan NasDem,” kata Abock usai pemaparan visi misi dihadapan panelis NasDem Papua. (March)