BERBAGI
FILEP WAMAFMA FOR WONE  Dr. Filep Wamafma,SH,M.Hum
FILEP WAMAFMA FOR WONE
Dr. Filep Wamafma,SH,M.Hum

JAKARTA-Senator DPD RI asal Papua Barat, Dr. Filep Wamafma,SH,M.Hum ditunjuk menjadi ketua Panitia Khusus (Pansus) Papua pada sidang Paripurna Luar Biasa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Senin (4/11).

Usai ditunjuk, Ketua Pansus Filep Wamafma mengungkapkan bahwa penunjukan dirinya lewat paripurna DPD RI, dan pihaknya siap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

“Fokus Pansus Papua adalah menyelesaikan sejumlah persoalan di Tanah Papua. Salah satunya adalah masalah HAM Papua. Pansus Papua ini didukung 90 persen anggota DPD-RI,” ungkapnya dalam rilis yang diterima media ini.

Dimana langka pertama, adalah melakukan pendekatan langsung kepada semua pihak paling bawah terutama para korban Hak Asasi Manusia (HAM). Selain itu, untuk mencari solusi penyelesaian masalah HAM adalah mendatangi tokoh adat Papua, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi masyarakat adat Papua, pemerintah daerah, pihak gereja maupun penegak hukum di Tanah Papua.

Bukan saja itu, Pansus Papua ini akan mendatangi para pihak lainnya di Jakarta seperti Kementerian terkait, misalnya Kemenkumham, Kemendagri, Kementerian Pertahanan dan semua pihak di Jakarta yang bisa membantu penyelesaian masalah HAM Papua.

Tak hanya itu, Pansus juga akan menemui tokoh pejuang Papua lainnya, baik yang ada di Papua juga tak tertutup kemungkinan pejuang Papua di luar negeri untuk mencari solusi penyelesaian masalah HAM Papua.

“Tujuan utama pembentukkan pansus Papua adalah mencari solusi penyelesaian masalah Papua” bebernya.

Menyoal waktu kerja tim Pansus Papua, Filep menjelaskan bahwa selama 6 bulan, maka ia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah Papua ini dengan waktu 3 sampai 4 bulan bersama tim yang sudah terbentuk.

Oleh sebab itu, tim Pansus Papua segera bekerja ke Papua lakukan pertemuan dengan semua pihak. Dalam Pansus ini sendiri tidak hanya bekerja melihat masalah HAM Papua, namun masalah lainnya juga seperti masalah politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Ditambahkan, pihaknya juga akan meminta masukan sejumlah pihak dan tetap terbuka kepada rakyat Papua selama Pansus ini bekerja. Dia juga berharap dan mohon dukungan semua rakyat Papua agar masalah Papua dapat diselesaikan sesuai keinginan rakyat Papua.(yan)