BERBAGI
HMI FOR WONE  BERI BANTUAN-Tim HMI Cabang Jayapura Komisariat Wamena ketika menyerahkan santunan kepada korban kerusuhan Wamena di Wamena, pekan kemarin.
HMI FOR WONE
BERI BANTUAN-Tim HMI Cabang Jayapura Komisariat Wamena ketika menyerahkan santunan kepada korban kerusuhan Wamena di Wamena, pekan kemarin.

JAYAPURA-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jayapura Komisariat Wamena menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban dari kerusuhan yang terjadi pada 23 September lalu. Bantuan yang diberikan diharapkan meringankan beban dari para korban. Penyerahan bantuan dilaksanakan di salah satu lokasi korban pengungsian di Wamena, Rabu (23/10) lalu.

Koordinator Tim HMI Cabang Jayapura Komisariat Wamena, Andi Niki Laoda mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa santunan sebesar Rp 1 juta per kepala keluarga, dimana pihaknya membantu 20 keluarga yang menjadi korban kerusuhan di Wamena.

“Kami dari HMI Komisariat Wamena, telah menyerahkan santunan kepada 20 kepala keluarga yang selama ini belum mendapat perhatian sama sekali,” ungkapnya dalam release yang diterima oleh Wone Papua, kemarin.

Menurut Andi, pihaknya mengharapkan bantuan yang diberikan jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi dilihat dari niat tulus pihaknya untuk membantu para pengungsi yang selama ini membutuhkan uluran bantuan.

Dikatakan, pihaknya secara intens juga memantau kondisi dari para pengungsi, meskipun kondisi di Kota Wamena sudah berangsur pulih, tetapi pihaknya secara konsisten memantau dan mengecek kondisi dari para pengungsi.

Sementara itu, salah satu pengungsi, Elias Hilapok menyampaikan, terima kasih kepada HMI Komisariat Wamena dan para donatur. “Semoga Tuhan memberkati anak-anak sekalian, terima kasih karena anak-anak sudah membantu bapak punya keluarga,” katanya.

Elias Hilapok menuturkan bahwa rumahnya menjadi salah satu rumah yang dibakar di Hom-Hom, ketika terjadi kerusuhan pada 23 September lalu. “Saya juga membantu menyelamatkan saudara-saudara yang pendatang, karena kita sudah sama-sama hidup di sini, jadi harus saling menjaga, satu sama lainnya,” pungkasnya.(yan)