BERBAGI
Dirut PDAM Jayapura Entis Sutisna didampingi kepala UPP Jayapura Utara, Damis Darisa

JAYAPURA : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura mengklaim sudah melakukan pelayanan optimal untuk memasok air bersih ke RSUD Jayapura. Sehingga tidak ada lagi sambungan air ilegal di rumah sakit milik pemerintah itu.

Direktur PDAM Jayapura Entis Sutisna yang didampingi Kepala Unit Pelayanan Pelanggan (UPP) Jayapura Utara, Damis Darisa, Selasa (8/10/2019) menyebut, pelayanan ke RSUD Dok II Jayapura terhitung sejak Desember 2018, sudah lebih optimal.

“Karena pada saat itu kita sudah melakukan rehabilitasi jaringan pipa air di RSUD. Sehingga tidak ada lagi sambungan ilegal di dalam rumah sakit,” tegas Entis.

Dari hasil rehabilitasi yang diperoleh, pihaknya mampu menekan kebocoran air, yang nyaris untuk saat ini tidak ada dan kalaupun ada mungkin hal – hal tertentu saja.
“Itu yang kita lakukan di tahun 2018, maka pada saat itu sudah ada pemisahan antara jaringan air rumah sakit dengan jaringan air warga,”terangnya.

Dengan pemisahan ini tentunya berdampak pada peningkatan pelayanan. “Artinya pertama sudah jelas distribusi pipanya diantara pelanggan di jaringan warga dan jaringan rumah sakit sudah terpisah. Kita memisahkan pelayanannya. Kemudian perubahan terhadap jaringan di rumah sakit ini berdampak kita melakukan peningkatan pelayanan. Jadi artinya sudah jelas bahwa di tingkat distribusi pipanya diantaranya pelanggan di luar rumah sakit sudah terpisah,”paparnya.
Sedangkan untuk layanan air bersih di RSUD Jayapura, saat ini sudah ada bak air penampungan yang selalu tersedia selama 24 jam.
” Jadi walaupun dalam situasi saat ini sedang krisis air. Kita tetap alokasi air yang kita distribusikan ke RSUD menjadi prioritas. Cuman memang untuk kelancaran terhadap distribusi didalam itu menjadi tanggung jawab manajemen rumah sakit. Yakni penyaluran air ke setiap ruangan,”ujarnya.
Entis kembali menegaskan layanan PDAM Jayapura hanya sampai kepada reservar/bak penampungan. “Nah kita lah yang menjamin bahwa reservar atau bak air itu menjadi tanggung jawab PDAM. Nantinya Kepala UPP Jayapura Utara bersama stafnya yang akan menditribusikan air dari pipa utama mata air Kojabu yang akan masuk ke bak – bak itu. Akan tetapi terhadap distribusi ke rumah sakit di setiap ruangan menjadi tanggung jawab manajemen rumah sakit,”ulangnya.
Sementara itu saat disinggung rencana pemugaran besar – besaran RSUD Jayapura. Dirinya mengaku sudah melihat presentasi desainnya yang disampaikan Plt RSUD Jayapura drg Aloysius Giay. “Pada prinsipnya kita tetap akan memasok secara lebih optimal kesana,”ucapnya.
Dikesempatan itu, Entis mengaku ada pelanggan yang tidak membayar ataupun ilegal di sekitar area rumah sakit akan ditertibkan.
“Saya berharap mungkin kalau disekitar rumah sakit ada yang sudah terdaftar sebagai pelanggan, namun tidak membayar setiap bulan. Maka secara otomatis nanti dari cabang Jayapura Utara akan melakukan pemutusan sambungan air,”tegasnya.
Kemudian apabila sudah menggunakan air, tetapi belum ada nomor sambungnya atau id pelanggan. Dirinya harapkan bisa berhubungan dengan PDAM Jayapura Utara untuk dilakukan legalisasi guna dilegalkan sebagai pelanggan.
Karena bagaimanapun juga penertiban terhadap siapa pengguna air di Dok II dan kompleks sekitarnya, menjadi penting. “Karena saat ini kita sudah memisahkan jalur pipa rumah sakit dengan warga,”akunya.
Jauh Dari Cukup
Sementara itu Kepala Unit Pelayanan dan Pengadaan Pelanggan (UPP) Jayapura Utara, Damis Darisa menjelaskan secara rinci, bahwa saat ini jumlah bak penampungan yang terdapat di RSUD Jayapura ada lima reserver yang bisa menampung hingga 200 meter kubik air. Termasuk juga bak air yang baru yang bisa melayani pasien VIP. air ini tersuplay 24 jam dengan total 600 meter kubik.
Sehingga dengan total ini menurutnya sangatlah cukup. Apalagi PDAM Jayapura memprioritaskan layanan air bersih di rumah sakit.
Untuk itu diharapkan kedepannya ada koordinasi yang baik antara PDAM Jayapura dan pihak RSUD Jayapura.
“Jadi kalau misalkan kekurangan air maka lapor saja ke kami, kecuali ada kerusakan dari intake/sumber pastinya terhalangi pelayanan,”ujar Damis.
Saat ini sumber air bersih yang mengaliri ke RSUD Jayapura dari sumber air utama Kojabu dengan kapasitas 270 – 300 meter kubik. Dimana ada 10 liter per detik yang dialokasikan ke rumah sakit.
“Saya kira ini cukup. Tetapi kalau distribusi ke setiap ruangan atau kamar bukan tanggung jawab PDAM. Jadi kita hanya memasok hanya sampai di bak – bak penampungan. Kalau bak nya kosong segera laporkan ke kami berarti ada gangguan,”kata Damis.
Sebelumnya Plt Direktur RSUD Jayapura drg Aloysius Giay mengatakan pihaknya sudah melakukan pelayanan optimal bagi pasien rumah sakit. Termasuk dalam hal pelayanan air bersih di setiap ruangan yang ada.
“Kami terus lakukan pembenahan termasuk juga untuk sarana air bersih, sehingga pasien tak lagi mengeluh kekurangan air,”kata drg Aloy sapaan akrabnya. (adm)