BERBAGI
Suasana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida Papua yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Senin, 16 September 2019.

JAYAPURA – PT. Jamkrida Papua yang merupakan BUMD milik Pemerintah Provinsi Papua telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua mewakili Pemegang Saham Pengendali, yaitu Pemerintah Provinsi Papua. RUPS ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 September 2019.

Selain pemegang saham, hadir pula pengurus PT. Jamkrida Papua, yaitu Wahyu Wijanarko, ST, M.Ec.Dev sebagai Plt. Direktur Utama, Edwin Maikel Jelmau sebagai Direktur Keuangan, Timmi Gurik, SH sebagai Komisaris Utama, dan Fransisko, S.Pt. sebagai Komisaris.

Dalam bisnisnya, selain menjamin kredit, PT. Jamkrida Papua juga melakukan penjaminan proyek dengan menerbitkan Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka, dan Jaminan Pemeliharaan, serta Kontra Bank Garansi. Dari paparan yang disampaikan oleh Direksi, selama tahun 2017 Jamkrida Papua telah menerbitkan 393 Sertifikat Penjaminan dengan terjamin sebanyak 1.464 orang atau badan usaha dengan plafon sebesar Rp.510.659.816.434 dan nilai penjaminan Rp.78.898.963.456,00. Dari sisi bisnis, Jamkrida Papua membukukan laba sebesar Rp.643.616.114,00 sebelum pajak. Pada tahun 2018 Jamkrida Papua telah menerbitkan 338 Sertifikat Penjaminan dengan terjamin sebanyak 1.626 orang atau badan usaha dengan plafon sebesar Rp.302.939.312.722,00 dan nilai penjaminan Rp.55.929.922.745,00. Dari sisi bisnis, Jamkirida Papua membukukan laba sebesar Rp.643.616.114,00 sebelum pajak. Tahun 2019 per 31 Agustus 2019 menunjukkan trend positif dengan 250 Sertifikat Penjaminan telah diterbitkan, 1.534 orang atau badan usaha dijamin dengan plafon sebesar Rp204.823.904.508,00 dan nilai penjaminan Rp40.227.970.180,00.

Dari hasil keuntungan tersebut, tahun 2019 ini, PT. Jamkrida Papua menyetorkan dividen ke Pemerintah Provinsi Papua sebanyak Rp500.000.000,00. Adapun setoran dividen ini akan dimasukkan langsung ke rekening Kas Daerah Provinsi Papua. Selain dari itu, dilakukan rotasi kepengurusan. Untuk posisi Direktur Utama dijabat kembali oleh Ir. Desty Pongsikabe menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat oleh Wahyu Wijanarko sebagai pelaksana tugas.

“Proses pergantian kepengurusan ini sudah direncanakan dan diproses lebih dari 1 tahun, dan melalui fit & proper test yang ketat di Otoritas Jasa Keuangan. Tujuan utamanya adalah agar dengan estafet ke pengurus yang baru, Jamkrida Papua bergerak lebih cepat dan lebih fokus dalam tujuan untuk melakukan penjaminan Orang Papua dalam memperoleh kredit, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat asli Papua,” demikian disampaikan oleh Wahyu Wijanarko.

Tak lupa Wahyu juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pemerintah provinsi Papua, selama 3 tahun mengelola Jamkrida Papua. Dan berkomitmen akan tetap bekerja sama dengan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru untuk pengelolaan dan bisnis Jamkrida Papua di masa yang akan datang. (cel)