BERBAGI
Timotius Murib

JAYAPURA – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menegaskan, untuk menyelesaikan seluruh rangkaian persoalan Papua, Presiden Joko Widodo harus melibatkan MRP. Sebab, MRP merupakan representasi dari orang asli Papua (OAP) yang di dalamnya sudah ada adat, agama, dan perempuan. Dan MRP, sambung Murib, merupakan lembaga resmi yang dibentuk negara.

“Kami MRP berharap semangat nawacita Jokowi di periode ke-2, pak presiden harus undang perwakilan masyarakat OAP yakni MRP,” kata Murib saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya di Hotel Horison Kota Jayapura, Selasa (10/9) kemarin.

Dia kemukakan, Papua merupakan daerah khusus sehingga semua program kerja harus dibicarakan di MRP.

“Ini lembaga resmi karena ada adat, agama dan perempuan.¬† Kami berharap di periode ke-2 semua kegiatan presiden tentang Papua itu harus dibicarakan dengan MRP,” ujarnya.

Ditambahkan Timotius Murib, selama periode pertama menjabat Presiden Indonesia, Joko Widodo sudah sembilan kali berkunjung ke Papua. Namun dari jumlah tersebut, belum sekali pun Presiden Joko Widodo berkunjung ke “Honai Papua” (kantor MRP) untuk bertemu dan berdialog bersama pimpinan serta anggota MRP.

“Kedepan pak presiden harus datang ke “Honai Papua”,” ucapnya. (Nik)