BERBAGI
Wakil bupati Frans Sanadi saat membuka secara resmi kegiatan bursa inovasi desa oleh enam distrik se yapen selatan

SERUI – Pemerintah kabupaten Kepulauan Yapen berharap kegiatan Program Inovasi Desa (PID) cluster 1 yang melibatkan enam distrik se Yapen Selatan, bertempat di gedung KNPI Yapen, Senin (2/8), harus betul-betul memberi manfaat serta nilai tambah bagi kampung-kampung untuk berinovasi di dalam melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya.

“Program inovasi desa merupakan salah satu upaya dari kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi untuk meningkatkan kapasitas desa guna mengembangkan rencana dan melaksanakan pembangunan desa secara berkualitas,” ujar Wakil Bupati Yapen, Frans Sanadi mewakili Bupati Tony Tesar saat membuka kegiatan program inovasi cluster 1 se-Yapen Selatan.

Dia kemukakan, dalam UU Nomor 6 tahun 2004 tentang Desa, mengamanatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi lokal serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Hal tersebut, lanjut Frans Sanadi, dapat dicapai melalui program pemerintah pada berbagai sektor pembangunan yang dilakukan oleh kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah baik di pusat maupun daerah termasuk pemerintah kampung secara khusus kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi lewar program inovasi desa.

“semua itu yang di programkan untuk dapat meningkatkan produktivitas rakyat dqn kemandirian ekonomi serta mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing,” jelasnya.

Wakil bupati yapen Frans Sanadi saat menggunting pita di salah satu stand pada acara bursa inovasi desa

Dia tambahkan, peningkatan kapasitas desa dalam program inovasi desa, di lakukan melalui kegiatan pengelolaan pengetahuan inovasi desa serta mempersiapkan lembaga penyedia peningkatan kapasitas teknis desa melalui pembangunan desa yang fokus pada bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan SDM dan infrastruktur desa dengan beberapa prinsip-prinsip.

Pertama partisipatif yaitu bahwa dalam proses perencanaan dan pelaksanaanya harus melibatkan peran aktif dari masyarakat.

“Kedua transparan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap segala informasi kegiatan, prinsip ke tiga adalah kolaboratif dengan arti pihak yang berkepentingan dalam kegiatan pembangunan desa di dorong untuk bekerjasama dalam menjalankan kegiatan, serta ke empat keberlanjutan yang artinya kegiatan yang di lakukan memiliki potensi untuk dilanjutkan secara mandiri,” ujarnya.

Sementara Diki Matui selaku ketua panitia kegiatan saat menyampaikan laporannya meyebut, Program Inovasi Desa (PID) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujdkan agenda Nawacita dalam rencana pembangunan jangkah menengah nasional (RPJMN) 2015-2019.

“Program dimaksud ini untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan amanat UU no.6 tahun 2014 tentang dana desa (UU Desa) dalam mengembagkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan kemandirian ekonomi”.paparnya.

Foto Bersama dengan Wakil Bupati Frans Sanadi disela kegiatan

Diki sampaikan, tujuan lain yang penting adalah untuk mereplikasi atau mengadopsi kegiatan-kegiatan pembangunan dalam pemberdayaan masyarakat desa.

“ini juga sebagai sebuah pola pendekatan dalam pembangunan desa yang di lakukan secara terpadu dan sistematis,” pungkasnya.

Acara ini juga di hadiri oleh Kadis DPMK yapen, Dandramil 1709/01 yawa,Ketua KNPI yapen serta tamu undangan lainnya bahkan di luar gedung ada beberapa stand hasil karya dari setiap masyarakat. (her)