BERBAGI

74 Tahun Indonesia Mereka, Papua Belum “Merdeka” dari Malaria

74 Tahun Indonesia Mereka, Papua Belum “Merdeka” dari Malaria
Sekda Yapen Alexander Nussy saat memberikan sambutan pada pembukaan acara pengembangan dan pemantapan Malaria Center Serui

SERUI – Kasubdit Malaria Direktorat pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementrian Kesehatan RI dr. Desriana Elizabeth Ginting, M.ARS saat memberikan materi kegiatan pengembangan dan pemantapan Malaria Center menjelaskan sampai saat ini penyakit Malaria masih jadi masalah besar.

“Kita sudah merdeka dari penjajah tapi kita belum “Merdeka” dari Malaria, itu yang menjadi permasalahan sampai saat ini agar Indonesia bisa bebas dari Malaria,” ujar dr. Desriana Elizabeth Ginting, M.ARS

74 Tahun Indonesia Mereka, Papua Belum “Merdeka” dari Malaria
Foto bersama peserta kegiatan Malaria Center disalah satu Hotel di Serui, Rabu (14/8)

dr. Desriana Elizabeth Ginting menjelaskan, wilayah Timur Indonesia seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT masih tinggi angka Malaria “Lima wilayah di Indonesia Timur sampai saat ini belum turun-turun dari Malaria terlebih di Papua,”

dr. Desriana menjelaskan, Malaria Center merupakan pusat koordinasi mengeliminasi Malaria bagi orang yang keluar dan datang untuk dicek Malaria.

Bupati Yapen Tonny Tesar diwakili Sekda Alexander Nussy dalam sambutannya menjelaskan, berdasarkan data diperoleh hingga bulan Juli Tahun 2019 terdapat tiga Provinsi di Indonesia telah mencapai eliminasi Malaria diantarantya, Provinsi DKI Jakarta, Bali dan Jawa Timur. “Masih ada 39 Kabupaten/Kota di Indonesia tinggi Malaria,” jelas Sekda Alexander Nussy.

Alexander Nussy mengatakan, masih tingginya penyakit Malaria di Papua, hal ini merupakan tantangan Pemerintah untuk dapat mengeliminasi Malaria terutama menyambut pelaksanaan PON 2020 nanti.

Alexander Nussy berharap melalui Malaria Center ini mendapatkan hasil positif saling tukar pikiran, diskusi juga masukan-masukan. “Lewat forum ini dapat memberikan masukan yang konstruktif dan kontribusi  guna menjawab langkah kita kedepan menurunkan angka kesakitam Malaria,” harapnya.

Sementara itu Plt. Dinas Kesehatan Yapen Karolis Tanawani berharap, ketika pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX target utama pemerintah mengatasi penyakit Malaria bisa terwujud. “Kita berharap kedepan pelaksanaan PON Papua dapat berlangsung dengan baik termasuk dalam  memberantas penyakit Malaria,” jelasnya.(her/pel)