BERBAGI
Yudhi/Wone Foto Bersama Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Malik Alim bersama perwakilan Dinas Sosial Kabupaten/Kota di Papua, Fasilitator dan para pendamping PKH yang akan mengikuti Diklat P2K2 E-Learning Angkatan XIX-XXI tahun 2019 yang berlangsung di BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Kamis (8/8)
Yudhi/Wone
Foto Bersama Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Malik Alim bersama perwakilan Dinas Sosial Kabupaten/Kota di Papua, Fasilitator dan para pendamping PKH yang akan mengikuti Diklat P2K2 E-Learning Angkatan XIX-XXI tahun 2019 yang berlangsung di BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Kamis (8/8)

 

Dari Pembukaan Diklat P2K2 E-Learning

JAYAPURA-Diklat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019 dibuka. Pembukaan dilakukan oleh Kepala BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Drs. Isak Sawo,M.Si dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU), H. Malik Alim,MM di aula BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Kamis (8/8).

Kegiatan yang diikuti perwakilan Kabupaten Lanny Jaya, Yahukimo, Yalimo, Mimika, Biak Numfor, Tolikara, Yapen dan Jayawijaya berlangsung 7-16 Agustus 2019 di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Jayapura, Papua

H. Malik Alim,MM mengemukakan, P2K2 atau FDS merupakan proses belajar peserta PKH berupa pemberian dan pembahasan informasi praktis di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, perlindungan anak, kesejahteraan sosial lansia, dan penyandang disabilitas yang disampaikan melalui pertemuan kelompok bulanan. “P2K2 ini akan diberikan kepada seluruh peserta PKH, baik yang baru maupun lama,” kata Malik dalam sambutannya.

Sebagaimana diketahui, kata Kabag TU itu bahwa sejak diluncurkan PKH tahun 2007 telah banyak kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan PKH. Program ini hadir bukan saja untuk memberikan bantuan uang tunai bersyarat, akan tetapi PKH juga merupakan program untuk memberikan advokasi bagi keluarga sangat miskin.

Yudhi/Wone Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Malik Alim bersama Fasilitator dan pendamping PKH saat menabuh tifa sebagai tanda dibukanya kegiatan P2K2 E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019 di BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Kamis (8/8)
Yudhi/Wone                                Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Malik Alim bersama Fasilitator dan pendamping PKH saat menabuh tifa sebagai tanda dibukanya kegiatan P2K2 E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019 di BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Kamis (8/8)

“Agar hak-hak dasar mereka terpenuhi khususnya untuk aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, perlindungan anak dan kesejahteraan penyandang disabilitas dan lansia,” tegasnya.

Lebih lanjut kata pria asli Tidore Kepulauan itu, P2K2 merupakan alternatif solusi dalam penyempurnaan PKH agar mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan bagi keluarga penerima manfaat PKH.

“Penyusunan program P2K2 dimulai sejak tahun 2013 dari tahap assessment, perencanaan dan pelaksanaannya melibatkan Kementerian Sosial, Bappenas, Kementerian Kesehatan, Word Bank, UNICEF dan Australia Aid,” tuturnya.

Malik mengatakan, dalam pelaksanaan P2K2 di wilayah kerja diperlukan pendamping sebagai mediator dan fasilitator dalam upaya memberikan kemudahan kepada KPM agar dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan, ekonomi, kesehatan dan perlindungan anak.

“P2K2 disusun untuk mempersiapkan pendamping sebagai tenaga-tenaga ahli yang memiliki pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan memiliki komitmen yang tinggi mensukseskan program ini, melalui pelatihan pendamping P2K2,” harapnya.

Dalam rangka memfasilitasi hal tersebut, tutur Malik, Kementerian Sosial melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kesejahteraan Sosial dan BBPPKS Regional I-VI menunaikan salah satu tugas pokoknya untuk meningkatkan kualitas pendamping PKH melalui proses pembelajaran yang inovatif dengan mengemas kurikulum yang lebih mengedepankan praktik 80 persen dan teori 20 persen.

Yudhi/Wone Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Malik Alim saat memberikan sambutan pada pembukaan Diklat P2K2 E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019
Yudhi/Wone
Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Malik Alim saat memberikan sambutan pada pembukaan Diklat P2K2 E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019

Lebih jauh dikatakan, pada tahun 2019, BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua menargetkan untuk mengiklankan 1490 pendamping PKH untuk mengikuti pelatihan P2K2 ini dengan jumlah total sebanyak 41 angkatan. “Saat ini, kami sudah menyelenggarakan 12 angkatan. Enam angkatan di Maluku Utara dan enam angkatan di Ambon,” sebut pria berkumis itu.

Mengingat program ini, lanjut Malik, merupakan program lintas kementerian dan lembaga sehingga diperlukan koordinasi dan kerja sama yang baik antara seluruh pihak dari pemerintah daerah. Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, PT. Pos, Bank Himbara dan pihak kepolisian.

“Sebagai lembaga yang membantu dalam penyaluran dana PKH ini, dalam hal ini kami dari Kementerian Sosial mendorong pihak pemerintah daerah untuk lebih kuat memberikan kontribusi mensukseskan PKH di Provinsi Papua,” ujarnya.

Beberapa isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan pihak pemerintah daerah , sebut Malik, pertama, memastikan tidak ada penolakan terhadap PKH baik level masyarakat, pemerintah desa hingga kabupaten/kota, khususnya pada tahap sosialisasi dan validasi kepesertaan.

Kedua, memastikan proses pencairan dana PKH oleh Bank Himbara berjalan lancar dan tepat waktu, khususnya untuk daerah-daerah terpencil, penyaluran komunitas perlu diprioritaskan.

Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten/Kota saat menyematkan tanda peserta Diklat P2K2 E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019 yang disaksikan Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Kamis (8/8)
Yudhi/Wone.                          Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten/Kota saat menyematkan tanda peserta Diklat P2K2 E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019 yang disaksikan Kabag TU BBPPKS Regional VI Jayapura, Papua, Kamis (8/8)

Ketiga, memberikan dukungan penuh kepada para pelaksana PKH, dalam hal ini adalah unit pengelola PKH Kabupaten/Kota yang berada di Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan para pendamping PKH yang setiap saat berada di lapangan.

“Dukungan yang diperlukan berupa dukungan motivasi sarana prasarana dan dana operasional (sehingga) PKH ini juga menjadi bagian program prioritas pengentasan kemiskinan di Provinsi Papua,” harapnya lagi.

“Saya harapkan, seluruh peserta Diklat E-Learning P2K2 PKH mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, maksimalkan potensi dan kompetensi yang dimiliki (sehingga) akan lahir dari diklat ini para pendamping PKH yang memiliki keahlian khusus sebagai fasilitator bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan perlindungan anak,” sambungnya mengakhiri sambutan di hadapan puluhan peserta Diklat P2K2 PKH E-Learning angkatan XIX-XXI tahun 2019.(yek)