BERBAGI

Sering Lakalantas, Angkutan Ojek Dikeluhkan

Kasat Lantas Polres Yapen, Iptu Sajuri
Kasat Lantas Polres Yapen, Iptu Sajuri

SERUI –  Kurangnya kehati-hatian sang driver angkutan roda dua (ojek) saat mengantarkan penupang mengakibatkan sering terjadi kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen dikeluhkan warga pengguna jasa kendaraan angkutan penumpang satu orang tersebut.

Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen, AKBP Penri Erison melalui Kasat Lantas Polres Yapen Iptu Sajuri, S.Sos, MM menjelaskan, banyaknya keluhan masyarakat pengguna jasa ojek terjatuh dari motor, serta beberapa ketidaknyamanan lainnya, maka Sat Satlantas melakukan beberapa langkah guna menertibkan ribuan ojek di Kota Serui.

“Yang jelas banyak kecelakaan terjadi karena kurang kesadaran masyarakat mematuhi berlalu lintas,’’ tegas Kasat Lantas Polres Yapen, Iptu Sajuri saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini

“Apalagi para pelajar banyak tidak menggunakan hlem saat berkendara,’’ tegas Kasat Lantas kembali.

Oleh karena itu untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lutas, pihak keamanan Polres Yapen mengambil tindakan penertiban. “Beberapa langkah diambil khususnya penertiban para tukang ojek yaitu setiap helm harus warna khusus agar dapat dilihat mana ojek yang benar dan mana yang bukan tukang ojek,’’ ujarnya.

Untuk penertiban, lanjutnya telah koordinasi dengan koordinator ojek agar setiap pengendara ojek memberi warna hlem kuning tanpa terkecuali.

Selain itu, lanjut Kasat Lantas Iptu Sajuri bahwa, ada beberapa persyaratan harus dilakukan setiap pangkalan ojek yaitu, setiap pengendara yang beroprasi sebagai tukang ojek harus melengkapi surat – surat motor, SIM dan perlengkapan lainnya.

“Ya… harus mempunyai identitas baik motor maupun pribadi pengendara yang jelas selanjutnya dierahkan dan didaftarkan kepada pihak Sat Lantas,” katanya.

Maraknya lakalantas ojek  di Serui, Iptu Sajuri merincikan pada Juli 2019 sebanyak tujuh kasus Lakalantas. “Sebulan terakhir ini, terjadi peningkatan baik kualitas maupun kuantitas bahkan untuk korban meninggal dunia telah mencapai tiga jiwa,” ungkapnya.

KASUS LAKALANTAS LAINNYA DIDOMINASI PELAJAR

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Yapen Iptu Sajuri menjelaskan, salah satu  tingginya kecelakaan lalulintas kendaraan roda dua juga didominasi tingkat pelajar.

“Kategori kecelakaan maupun pelanggaran banyak terjadi pada usia produktif, dalam arti kategorinya pelajar,’’ jelasnya.

Untuk itu, Iptu Sajuri menghimbau agar warga Serui terutama pelajar saat berlalulintas agar tertib dan memperhatian rambu-rambu laululintas. Begitu juga orang tua dapat membatasi anak-anaknya menggunakaan kendaraan.

“Tertib berlalulintas jangan takut cuma disaat ada Polisi, selebihnya tidak, untuk para orang tua saya berharap lebih baik antar jemput anak bersekolah karena dari catatan kecelakaan kebanyakan dari pelajar,” imbau Iptu Sajuri.(her/pel)