BERBAGI

Pencarian Belum Membuahkan Hasil, Nakoda: Sudah Melaporkan ke Managemen

Pertemuan Keluarga Korban
Pihak keluarga korban, Hendrik Burdam (40) jatuh ke Laut dari atas Kapal Motor (KM) Masirei perairan tanjung Saweru, Serui, Kamis 1/7 lalu saat bertemua pihak KMP. Masirei membicarakan pertanggungjawaban

SERUI – Memasuki hari kelima pencarian salah satu pegawai PLN Waropen jatuh di KM. Masirei bernama Hendrik Burdam (40) jatuh ke Laut dari atas Kapal Motor (KM) Masirei perairan tanjung Saweru, Serui, Kamis 1/7 lalu terus dilakukan baik dari tim gabungan Basarnas maupun keluarga korban sendiri, namun belum membuahkan hasil.

Selain itu, keluarga korban, Hendrik Burdam sendiri telah bertemu pihak Kapal guna membicarakan kejadian kecelakaan ini lebih lanjut.

Teddy, selaku Pjs. Nahkoda KM. Masirei menjelaskan kepada keluarga korban, Hendrik Burdam  saat pertemuan diatas Kapal, pihak Kapal sudah melaporkan kejadian kecelakaan tersebut kepada pihak manajemen agar dapat ditindak lanjuti.

“Manajement sudah terima laporan dan akan bertanggungjawab atas kejadian ini,” ujar Teddy, Selasa (6/8).

Dikatakan Teddy, pihak manajemen sendiri yang saat ini berada di Kantor ASDP Biak dan akan datang langsung bertemu keluarga korban. “Manajemen kita sampaikan akan ke Serui dalam beberapa hari ke depan untuk menindak lanjuti kejadian ini,” katanya.

Sementara itu mertua korban Hendrik Burdam, Ones Wayoi sangat berharap pihak Kapal sendiri dapat melihat dan bertanggungjawab, jangan sampai mau lepas tangan begitu saja meskipun ini merupakan kecelakaan murni.

“Tentunya pihak Kapal harus ada perhatian kepada pihak keluarga korban. Mereka (phak Kapal) merespon apa yang akan diberikan dalam kejadian ini,” kata Ones Wayoi.

Kepada Wartawan SKH WONE, Ones Wayoi sangat kecewa ketertiban diatas Kapal tidak dilakukan sama sekali dimana sering terjadinya pembiaran penumpang tidak memiliki tiket bisa menaiki Kapal.

Selain itu barang dilarangan dibawa naik diatas Kapal seperti minuman keras (Miras) serta penumpang keadaan mabuk bebas berada diatas Kapal.

Untuk itu dia berharap, dengan adanya pengalaman kejadian seperti ini, kedepan, pihak Kapal dapat memperketat pengawasan diatas Kapal.

“Begitu juga Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan dapat melihat perlengkapan keamanan diatas Kapal seperti halnya bantal renang, pelampung disiapkan untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan terjadi,’’ tegas Ketua Dewan Adat Saireri itu.

Ones Wayoi  mengungkapkan, seandaikan pihak Kapal menyiapkan bantal pelampung, ketika korban terjatuh ke Laut, dan secepatnya bantal pelapung itu dilemparkan ke Laut, mungkin korban bisa secepatnya ditemukan.(her/pel)