BERBAGI

Mabuk Milo, Pegawai PLN Jatuh ke Laut

Mabuk Milo, Pegawai PLN Jatuh ke Lalut.
Tim gabungan terdiri SAR, anggota Polairud Polres Yapen dan TNI AL saat berada di Speed Boat melakukan pencarian pegawai PLN Waropen, Hendrik Burdam (40) jatuh ke Luat dari atas Kapal Motor (KM) Masirei perairan tanjung Saweru, Serui

SERUI – Tim gabungan terdiri SAR, Polairud Polres Yapen dan TNI AL melakukan pencarian kepada Hendrik Burdam (40) jatuh ke Luat dari atas Kapal Motor (KM) Masirei perairan tanjung Saweru, Serui, Kamis 1/7.

Korban Hendrik Burdam sehari-hari merupakan Pegawai PLN Waropen diduga keadaan mabuk setelah mengkomsumsi minuman lokal (Milo) jenis Bobo sebelum naik keatas Kapal KM Masirei.

Informasi didapat, KM. Masirei berangkat dari pelabuhan Waropen sekitar pukul 09.03 WIT tujuan pelabuhan Kabuena, Serui. Sekitar pukul 10.30 WIT tepatnya perairan Saweru, korban Hendrik Burdam terjatuh dari atas Kapal.

“Korban telah mengkomsumsi minuman keras lokal jenis Bobo sebelum naik Kapal dan membawa 2 Botol lagi dikomsumsi diatas Kapal sambil bermain games Ludo,” ungkap saksi mata Derek Waroi.

 

Saksi Derek Waroi lebih lanjut mengatakan, sebelum korban terjauh ke Laut, korban duduk bersama rekan-rekannya dibawah tangga bagian kiri Kapal, namun korban kondisi mabuk. Karena korban  sendiri muntah muntah sehingga ia menuju pingir Kapal.

“Saat itu korban akan bersandar ke dinding Kapal tapi kehilangan keseimbangan yang mengakibatkan korban terjatuh ke Laut,” jelasnya.

Mabuk Milo, Pegawai PLN Jatuh ke Lalut
Tim SAR saat melakukan penyisiran disejumlah titik untuk mencari korban Hendrik Burdam merupakan Pegawai PLN Waropen jatuh dari atas Kapal KM Masirei di perairan tanjung Saweru, Serui

Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen AKBP Penri Erison melalui Kasat Polairud Polres Yapen, Iptu Haris Lambalo saat ditemui SKH WONE menjelaskan, pencarian hari kedua, tim menuju beberapa titik memperluas pencaria.

“Suaca hari ini cukup bersahabat sehingga kita kembali melakukan pencarian korban dan memperluas titik-titik pencarian,’’ ujarnya.

Kasat Polairud Iptu Haris Lambalo keteranganya akan terus berupaya selama satu Minggu kedepan, namun jika belum ditemukan maka akan dilakukan langkah berikutnya. “Semua cara akan kita upayakan semogga bisa segera menemukan korbannya,” katanya.

Pencarian hari kedua dihadiri pimpinan PLN Waropen, istri korban, Danpos AL Serui serta keluarga setia menunggu hasil pencarian tersebut.(her/pel)