BERBAGI

Pemerintah Penting Buat Peta Ketahanan Pangan

Pemerintah Penting Buat Peta Ketahanan Pangan
Asisten I Setda Yapen Portunatus Numberi saat membuka secara resmi pertemuan koordinasi penyusunan peta ketahanan dan kerentahan pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA) di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (1/8).

SERUI – Kembangkan sistim ketahanan pangan peta tematik, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papa melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk menyusun peta ketahanan Pangan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Tonny Tesar diwakili Asisten I Setda Yapen, Portunatus Numberi menegaskan, Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya berkewajiban membangun, menyusun dan mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi berupa peta ketahanan dan kerentanan pangan.

“Peta tematik yang menggambarkan Visualisasi Geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan,’’ ujar Portunatus Numberi ketika sambutan pembukaan pertemuan koordinasi penyusunan peta ketahanan dan kerentahan pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA) di Aula Dinas  Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (1/8).

Foto bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berdama peserta koordinasi penyusunan peta ketahanan dan kerentahan pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA)

Portunatus Numberi  mengatakan, menyusun peta ketahanan dan kerentanan pangan tersebut, ada beberapa tahapan harus dilalui mulai dari pembentukan tim pelaksana, pertemuan teknis, pelatihan, pengumpulan data sampai pada tahapan akhir yaitu, Launching peta ketahanan pangan dimaksud.

“Oleh karena itu, melalui Forum pertemuan ini, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat memahami dan menindak lanjuti tahapan-tahapan dimaksud guna percepatan penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan Kabupaten Kepulauan Yapen sekaligus terbangun koordinasi dan sinergitas dalam menyediakan data-data valid dan akurat sebagai indikator penting untuk peta ketahanan pangan yang akan kita susun kedepan,’’ jelas Portunatus Numberi.

Kata Numberi, prinsipnya kita semua menginginkan peta dibuat dapat memberikan informasi terpercaya sehingga kita dapat mengetahui secara jelas dan pasti dimana wilayah – wilayah di Yapen rentan terhadap kerawanan pangan.

“Sehingga kita semua memperoleh hasil yang bermanfaat untuk kepentingan Yapen labih baik kedepan,” singkatnya.

Selaku Pemerintah Daerah, Ass I Portu panggilan akrabnya berharap apa yang disampaikan Kepala Sinas dalam materi dapat dijelankan sesuai program Dinas demi kamajuan daerah.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Yapen, Wahyudi menjelaskan, tugas pokok institusi ketahanan pangan meliputi tiga aspek menjadi tanggungjawab yaitu, bertanggungjawab atas ketersediaan dan keamanan pangan, distribusi dan kerawanan pangan serta komsumsi dan peanekaragaman pangan.

Tentunya, kata Wahyudi, sebagai Dinas yang bertanggungjawab harus dapat melihat aspek-aspek dalam melakukan data agar semua dapat diketahui.

Wahyudi lebih lanjut mengungkapkan, penyusunan peta ketahanan pangan merupakan salah satu indikator atau memahami dalam menginformasikan kepada seluruh masyarakat tentang kondisi pangan disatu daerah.

“Kita tidak bisa hanya melihat kondisi secara spot-spot saja di pasar, tersedia atau tidak pangan, namun harus secara detail bisa menggambarkan serta dipetakan sehigga bisa diantisipasi dengan program-program tepat dalam rangka mengantisipasi kerentahan dan kerawanan pangan,” jelas Wahyudi.

Senada disampaikan Kepala Seksi Ketersediaan dan akses pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua  Magdalena Widayati bahwa, peta ketahanan ini merupakan peta tematik menggambarkan situasi ketahanan pangan.

“Tentunya ini peta tematik yang didalamnya ada informasi berguna untuk pengambilan kebijakan seperti Bupati,” ungkapnya.

Widayati menyampaikan, di Yapen saat ini belum adanya tim dan akan dibentuk untuk mendapatkan data sesuai terjadi.

Widayati  berharap, usai pertemuan koordinasi ini instansi lintas sektor sebagai pemberi data sekunder agar dapat membentuk timnya,” tutupnya. (her/pel)