BERBAGI

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Papua Johni Way, S.Hut,M.Si saat membuka rapat koordinasi pimpinan daerah dalam rangka penyelenggaraan PTSP prima

JAYAPURA – Investasi merupakan motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah atau negara, fenomena tersebut dapat kita amati di Indonesia dan negara lainnya, hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Papua Johni Way, S.Hut,M.Si, mewakili gubernur Papua Lukas Enembe, saat membuka Rapat Koordinasi Pimpinan daerah, dalam rangka Penyelenggaraan PTSP Prima di Papua, Selasa (31/7) malam.
Dikatakannya,  investasi yang tumbuh dan berkembang dengan baik, tentu akan memberikan kontribusi yang positif, dan signifikan dalam proses pembangunan, khususnya pertumbuhan sentra ekonomi baru pada suatu daerah atau wilayah.
“Di era otonomi khusus sekarang ini, kontribusi dari eksistensi investasi dalam pembangunan daerah di Papua, diharapkan akan mampu mewujudkan masyarakat Papua yang adil, makmur dan sejahtera,” katanya.

Peserta rapat koordinasi pimpinan daerah dalam rangka penyelenggaraan PTSP prima di Papua

Kondisi seperti ini, lanjutnya, sekaligus menunjukkan dan membuktikan bahwa dengan kewenangan untuk mengatur, mengurus dan mengelola kepentingan, serta aspirasi masyarakat di wilayahnya, melalui kebijakan Otonomi khusus Papua, akan mampu untuk bangkit dan mandiri di atas kekayaan alam yang berlimpah.
“Oleh karena itu, menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pimpinan daerah, untuk bagaimana mengelola pemerintahan daerah, agar semakin lebih bermanfaat bagi masyarakat, tetapi secara bersamaan juga harus mampu meningkatkan investasi daerah,” ungkapnya.
Juga menjaga dan mengawalnya agar investasi didaerah berjalan dengan aman dan kondusif.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai kebijakan, regulasi, program terobosan harus dapat diciptakan secara terus-menerus, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua maupun Kabupaten/Kota, agar pembangunan di daerah, yang selama ini dicita-citakan untuk mensejahterakan masyarakat Papua dapat tercapai,” jelasnya.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, dengan mengusung tema, “Melalui rapat koordinasi pimpinan daerah kita wujudkan kinerja pelayanan publik yang profesional dan berintegritas menuju terciptanya penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu prima” (mia)