BERBAGI
Presentase penguatan kelembagaan pengarustamaan gender dan anak

DEKAI – Guna memberikan pemahaman dan informasi tentang, bagaimana setiap perempuan atau ibu-ibu berfungsi sesuai dengan kapasitasnya dalam rumah tangga, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Yahukimo dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, baru-baru ini menggelar presentase penguatan kelembagaan pengarustamaan gender dan anak di Gedung Gereja GKI Metanoia, Dekai.
Dalam sambutannya, Assisten III Arron Wanimbo SE, M.Si, mengatakan, presentase penguatan kelembagaan pengarustamaan gender dan anak, tujuannya untuk memberikan pemahaman, dan informasi tentang bagaimana setiap perempuan, atau ibu-ibu berfungsi sesuai dengan kapasitasnya dalam rumah tangga, sebab setiap perempuan atau ibu sangat berpengaruh dalam kehidupan keluarganya.
“Oleh sebab itu, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan, sehingga mama-mama yang memiliki hak hidup sebagai perempuan, dapat mengerti dan memahami perannya sebagai ibu dalam keluarga,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa dimana saja didunia ini, kaum perempuan dan anak mendapat perhatian sesungguhnya, yaitu melalui undang-undang perlindungan terhadap kaum feminim dan anak, sehingga kaum laki-laki tidak melakukan tindakan kekerasan kepada kaum perempuan maupun anak-anak.
“Peran perempuan atau kelompok feminim, dalam kehidupan sehari-hari, begitu sangat penting dimana saja didunia ini, terlebih khusus di Yahukimo,” katanya.
Karena, lanjutnya, setiap kelahiran seorang anak manusia kedunia ini, semuanya melalui perempuan atau ibu, sehingga peran seorang ibu dalam keluarga sanggat begitu penting.
“Melalui kegiatan ini diharapkan, semua ibu ibu atau mama-mama di Yahukimo, dapat memahami peran dan fungsinya dalam keluarga, sehingga diharapkan perempuan tidak boleh lagi mendapat perlakuan yang tidak baik dari laki-laki atau suami maupun dari siapa saja,” jelasnya.
Kegiatan ini, menurutnya, juga untuk memberikan informasi yang bersifat edukasi, kepada kaum perempuan khususnya di kabupaten Yahukimo, tentang bagaimana seharusnya kaum perempuan dan anak memperoleh informasi, tentang undang-undang perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak.
“Sehingga untuk mewujudkan satu regulasi, undang-undang perlindungan terhadap kaum perempuan diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, dalam membuat regulasi-regulasi keberpihakan kepada kaum lemah atau kaum feminis, anak-anak, kaum difabel dan lainya,” katanya.

Assisten III Arron Wanimbo SE, M.Si, (kanan)

Untuk mewujudkan mimpi dari peran perempuan yang sesungguhnya dalam keluarga, yaitu bagaimana seorang perempuan sebagai pelopor kehidupan dibumi, diperlukan campur tangan semua pihak, dan terus mendukung adanya upaya melindungi kaum perempuan dari hal-hal yang tidak diinginkan, adanya keberpihakan pemerintah kepada kaum feminim yang diatur dalam undang-undang, sehingga kaum feminim tidak lagi dibuat sebagai obyek, tapi mereka juga memiliki peran yang sama dengan kaum laki-laki. (mia/paul/diskominfo)