BERBAGI

Kejaksaan harus Tunjukan Peran Penting Proses Hukum

Kejaksaan harus Tunjukan Peran Penting Proses Hukum
Kajari Kabupaten Yapen Kumaedi, SH saat membacakan amanat Jaksa Agung RI pada upacara peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke 59 tahun 2019

SERUI – Jaksa Agung RI H. M. Prasetyo menegaskan agar Institusi Kejaksaan dalam pelayanan untuk lebih niat, mengukuhkan tekad, semangat mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan diantara nilai keadilan, kebenaran serta kepastian melalui pelaksanaan penegakkan hukum yang menjadi kewenangan tugas juga tanggungjawab tanpa kecuali, tanpa perbedaan memberi manfaat, dapat dirasakan oleh pencari keadilan segenap masyarakat secara keseluruhan.

“Kesempatan yang baik ini, hendaklah harus mampu dan mau secara jujur melihat kebelakang melalui evaluasi dan intropeksi berkenaan semua kejadian bahkan apa yang telah dilakukan selama ini,’’ ujar Jaksa Agung RI H. M. Prasetyo melalui sambutan tertulisnya dibacakan Kepala Kejari Yapen, Kumaedi, SH pada upacara peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke 59 di halaman Kantor Kajari Yapen belum lama ini.

Kejaksaan harus Tunjukan Peran Penting Proses Hukum (1)
Foto bersama ASN Kejari Kabupaten Kepulauan Yapen pada peringatan Bhakti Adhyaksa ke 59 di halaman Kantor Kajari Yapen

Kumaedi, SH mengatakan, sepanjang sejarah perjalanan yang ke 59 ini, segenap jajaran Kejaksaan perlu menegguhkan kembali komitmen untuk semakin meningkatkan pengabdiannya demi segera terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang maju, unggul, utuh, adil, dan makmur.

Kumaedi mengatakan agar hendaknya jajaran Kejaksaan dapat memiliki pandangan yang sama, dimana ada tiga hal penting dan besar yang perlu mendapatkan perhatian bersama yaitu, pertama, pentingnya komitmen dan konsisten seluruh insan Adhyaksa untuk meningkatkan kompetensi, sikap pro aktif, mendorong optimalisasi dan produktivitas berkenaan pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab yang diemban agar mampu berkontribusi positif dan maksimal.

Kedua, pentingnya membangun jati diri sebagai aparat penegak hukum dengan pola pikir terbuka, progresif dan visioner memandang jauh kedepan, dan ketiga kejaksaan sebagai sebuah lembaga penegak hukum yang memiliki lebih dari 400 satuan kerja tersebar diseluruh wilayah melalui berbagai program kerja dan kegiatan yang dilakukan harus mampu memposisikan diri menjadi sumber inspirasi, pendorong semangat kebangsaan, rasa nasionalisme dan sikap patriotisme membela tanah air dikalangan masyarakat.

“Kejaksaan berkewajiban memahami, menjabarkan diri dengan visi Indonesia maju pembangunan infrastruktur disamping pembangunan sumber daya manusia akan tetap menjadi salah satu fokus untuk dilanjutkan dan dipercepat pelaksanaanya,’’ ungkapnya.

Dalam amanatnya ini juga, Jaksa Agung dalam hal ini Kajari Yapen memberikan apresiasi kepada satuan kerja Kejagung, Kejati dan Kejari yang telah berhasil melakukan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) dengan harapan agar predikat tersebut mampu dipertahankan dan dibuktikan.

Kumaedi menyampaikan beberapa arahan dan acuan agar dapat dipedomani juga dilaksanakan yaitu antara lain untuk dapat terus tingkatkan profesionalitas, kemampuan perorangan dan satuan sebagai bekal mengantisipasi, menangani untuk menuntaskan setiap masalah.

“Acuan selanjutnya pupuk semangat solidaritas, mampu bekerja sama berkoordinasi dan bersinergi, lanjutnya tingkatkan keberanian, kejujuran, kukuhkan jiwa korsa yang merupakan landasan utama kebersamaan insan Adhyaksa saling mendukung, menjaga, mengingatkan dan menguatkan sebagai penopang eksistensi martabat dan harga diri profesi serta acuan terakhir persiapkan diri untuk mengabdi dan bekerja sepenuh hati demi kemajuan, keunggulan serta keutuhan negeri,’’ katanya.

Dalam kesempatan itu, Kumaedi, SH pesan kepada Pemkab Kepulauan Yapen maupun Pemkab Waropen untuk dapat bersinergi agar tindak pidana korupsi tidak terjadi.

Pada kesemapatan itu, jajaran Kejari Yapen mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Newi.(her/pel)