BERBAGI
MAKAWARU DA CUNHA/WONE SALING PUKUL-Petinju profesional asal Tanah Papua Geisler Ap, melepaskan pukulan ke arah Muhammad Bilal dari Pakistan ketika duel unifikasi atau penyatuan gelar juara kelas ringan super (silver) WBC dan WBA Asia Pasifik di GOR Waringin, Distrik Abepura, Jayapura, Sabtu (20/7).
MAKAWARU DA CUNHA/WONE
SALING PUKUL-Petinju profesional asal Tanah Papua Geisler Ap, melepaskan pukulan ke arah Muhammad Bilal dari Pakistan ketika duel unifikasi atau penyatuan gelar juara kelas ringan super (silver) WBC dan WBA Asia Pasifik di GOR Waringin, Distrik Abepura, Jayapura, Sabtu (20/7).

JAYAPURA—Petinju profesional asal Tanah Papua Geisler Ap, meski mampu mempertahankan gelar kelas ringan super (silver) WBC Asia Pasifik, tapi gagal merebut gelar WBA Asia Pasifik. Menyusul hasil draw 46-48, 47-47 dan 47–47 melawan penantang peringkat pertama Muhammad Bilal dari Pakistan dalam duel unifikasi atau penyatuan gelar juara kelas ringan super (silver) WBC dan WBA Asia Pasifik di Gedung Olahraga (GOR) Waringin, Distrik Abepura, Jayapura, Sabtu (20/7) malam.
Pada duel yang berlangsung alot dan jual beli pukulan sejak ronde pertama, dari 10 ronde yang direncanakan.
Tapi di ronde 3 terjadi benturan kepala antara kedua petinju mengakibatkan pelipis kiri Geisler Ap sobek dan memuncratkan darah segar. Walaupun telah mendapat perawatan dokter, tapi insiden ini membuat pandangan Geisler Ap terganggu.
Duel dilanjutkan, Geisler mencoba membongkar double cover Muhammad Bilal melalui hook kiri kanan. Namun demikian, sebuah counter straight Muhammad Bilal berhasil membentur wajahnya menyebabkan Geisler mencium kanvas pada ronde 5.
Wasit berpengalaman Nus Ririhena menghitung, Geisler Ap berdiri dan melanjutkan duel.
Di ronde 5 kembali terjadi benturan kepala, Geisler pun mendapat perawatan, tapi wasit menghentikan duel atas advis dokter ring, karena dianggap berbahaya bagi keselamatan petinju, jika dilanjutkan.
Muhammad Bilal pun yakin menang dan mengangkat kedua tangannya dan bersujud syukur sembari mengumandangkan takbir “Allahu Akbar”, dan ekspresi kebahagian tergambar jelas di wajahnya.
Namun setelah pengumuman wasit menyatakan draw, Muhammad Bilal seakan menolaknya. Ia dan pelatihnya Kaleem Ahmed Azad menuju ruang ganti dan kembali ke penginapan. Kubu Muhammad Bilal menyatakan ingin duel ulang (rematch).

MAKAWARU DA CUNHA/WONE IMBANG-Petinju profesional asal Tanah Papua Geisler Ap mampu mempertahankan gelar juara kelas ringan super (silver) WBC Asia Pasifik, setelah duel draw atas penantangnya Muhammad Bilal dari Pakistan ketika duel unifikasi atau penyatuan gelar juara kelas ringan super (silver) WBC dan WBA Asia Pasifik di GOR Waringin, Distrik Abepura, Jayapura, Sabtu (20/7) malam.
MAKAWARU DA CUNHA/WONE
IMBANG-Petinju profesional asal Tanah Papua Geisler Ap mampu mempertahankan gelar juara kelas ringan super (silver) WBC Asia Pasifik, setelah duel draw atas penantangnya Muhammad Bilal dari Pakistan ketika duel unifikasi atau penyatuan gelar juara kelas ringan super (silver) WBC dan WBA Asia Pasifik di GOR Waringin, Distrik Abepura, Jayapura, Sabtu (20/7) malam.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Pusat, Adrian Ingratubun menjelaskan, sesuai regulasi jika terjadi benturan kepala mengakibatkan petinju cedera, maka wasit berhak menghentikan duel atas saran (advis) dokter ring.
“Jika duel telah berlangsung di atas ronde ke-5, maka dilakukan perhitungan angka, tanpa memperhitungkan berapa nilai atau angka yang diperoleh dari pada satu petinju di bawah ronde ke-5. Jika hasil perhitungan draw, maka juara bertahan tetap masih juara,” jelasnya.
Menurut dia, sesuai peraturan WBC setiap duel mencapai ronde ke-4, maka harus diumumkan siapa yang sudah mengumpulkan (pengumpulan) nilai.
“Ronde ke-4 itu kan Geisler unggul 2-0. Artinya satu juri memberikan nilai draw dan dua juri memberi kemenangan pada Geisler. Kalau kita mau duel bisa stop pada ronde ke-4, tapi kita lihat saat ronde 4 Geisler sudah menang angka,” ujarnya.

REMATCH

Ditanya peluang rematch Geisler Ap dan Muhammad Bilal, Ingratubun menjawab, itu tergantung siapa promotor yang bersedia menggelar duel dan kesiapan kedua petinju.
Dikatakannya, berbeda kalau menyaksikan promotor Golden Boy Oscar De La Hoya. Dia promotor sekaligus petinju. Itu berbeda dalam sistem manajemen.
“Kalau di Indonesia seperti Geisler mau konsentrasi pada event atau mengasa fisiknya, untuk persiapan bertanding. Ini yang perlu dipertimbangkan. Saya sampaikan ke Geisler ini yang terakhir. Kalau lu mau juara benar harus konsentrasi bertanding bukan promotor,” kata Ingratubun mengingatkan.
Promotor Internasional, Nelson Nainggolan mengatakan, setelah duel ini Geisler Ap tiga bulan ke depan harus mempertahankan gelar kelas ringan super (silver) WBC Asia Pasifik. Kalau gelar WBA Asia Pasifik masih lowong.

BERUSAHA MAKSIMAL

Sementara itu, Geisler Ap menyampaikan, permohonan maaf sebesar-besarnya . Ia telah berjuang dan berusaha semaksimal mungkin untuk tak membuat masyarakatnya kecewa. Namun akibat cedera, sehingga ia tak dapat menyelesaikan duel tersebut, karena ia mengalami sobek di pelipis kiri dan menghalanginya untuk melanjutkan duel.
“Saya sudah berusaha berjuang bagaimana caranya untuk bisa mengkanvaskan Muhammad Bilal sesuai janji saya. Namun kehendak Tuhan lain,” ujarnya meneduh.
Dari kubu Muhammad Bilal menginginkan ada rematch, ujar Geisler, kalau untuk duel ulang ia setuju dan sangat siap. Karena ia mengalami insiden yang memang tak diinginkan.
“Jadi kalau memang dia minta pertandingan ulang ya sekarang kita kembalikan kepada pemerintah apakah pemerintah siap untuk mengembalikan Muhammad Bilal ke sini untuk bertanding ulang atau tidak. Kalau saya pribadi saya sangat siap dan saya yakin juga untuk masyarakat Papua kalau kita hadapi Bilal ulang pasti saya yakin dan percaya bahwa masyarakat Papua pasti setuju,” terang Geisler.
Geisler menuturkan, jujur saja ia tak yakin duel itu berakhir draw, namun keputusan dari hakim yang memimpin pertandingan lain. Tapi satu sisi dirinya adalah juara bertahan.
Ia mengatakan, kalau gelar WBA Asia Pasifik masih tetap lowong dan berusaha merebut kembali.
“Itu satu poin di situ saya juara. Jadi kalau draw otomatis saya menang, karena saya yang punya gelar. Itu sudah aturan,” tukasnya.
Apakah kaget atau tidak dengan gaya main Muhammad Bilal, kata Geisler, dirinya tak kaget karena sudah mempelajari cara main di You Tube.
“Dia agresif makanya saya tak mau terpancing dengan dia punya cara bermain, walaupun dia rapat dan fight saya tetap tenang untuk hadapi dia. Karena kalau dia main fight saya juga fight nanti pukulan saya tak tepat sasaran. Kalau mau lihat stamina dia juga drop,” beber Geisler.(mdc)