BERBAGI

Dampak Keterlambatan Pencairan Dana Otsus

Bupati Mamra Dorinus Dasinapa, AKS, S.Sos, ketika melantik pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemkab Mamra di Aula Kantor Bappeda Mamra, Burmeso, Kamis (18/4).

JAYAPURA—Sejumlah proyek di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi rakyat di Kabupaten Mamberamo Raya, terpaksa  berhenti alias mandek. Hal ini sebagai dampak dari keterlambatan  pencairan  dana Otsus tahun 2019.

“Kami hingga tak ada kejelasan dari pihak Pemprov Papua kepada Pemkab Mamberamo Raya terkait dana Otsus apakah sudah   ada atau belum,” ujar  Bupati Mamberamo Raya  Dorinus Dasinapa, AKs, SSos, usia memimpin  Rapat Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Perubahan Pemkab Mamberamo Raya  Tahun 2019 di Front One Hotel, Jayapura, Sabtu (29/6).

Bupati  Dasinapa mengatakan, pihaknya juga  belum mendapat informasi dari Pemprov Papua berapa  jumlah dana Otsus yang dikucurkan kepada   Pemkab Mamberamo Raya.

Sebelumnya, Asisten III Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri, SE, MM, ketika dikonfirmasi terkait keluhan sejumlah pihak bahwa  hingga kini belum menerima sana Otsus, mengatakan  Pemprov  Papua belum mentransfer  dana Otsus  pada tahun 2019 ke Kabupaten dan Kota di seluruh Provinsi Papua. Pasalnya,   pemerintah pusat  hingga kini belum mencairkan dana Otsus tersebut.

Sebagaimana diwartakan, sejak pemerintahan Lukas Enembe, SIP, MH  dan Klemen Tinal, SE, MM, membagi  dana Otsus sebesar 80 persen, untuk dikelola   Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Papua dan 20 persen dikelola Pemprov Papua.

Undang Undang  Nomor 21  Tahun 2001 tentang Otsus bagi Papua, pemerintah pusat sejak itu mengucurkan dana Otsus kepada Pemprov Papua. Dana Otsus ini  merupakan upaya pemerintah   dalam  mendorong percepatan pembangunan di daerah yang membutuhkan peran lebih pemerintah pusat, khususnya untuk  bidang pendidikan, kesehatan,  pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur.  (mdc)