BERBAGI
Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, MSi (tengah) berbincang bersama Kepala Dinas Kesehatan Intan Jaya Sopianus Zonggonau (kiri) dan Direktur RSU Pratama Intan Jaya Kristianus Tebai (kanan), ketika peresmian RSU Pratama Intan Jayadi Sugapa, Senin (17/6).

SUGAPA— Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, Msi, meresmikan Rumah Sakit Umum  (RSU)  Pratama di Sugapa, ibukota Kabupaten   Intan Jaya, Senin (17/6).

Peresmian RSU  Pratama Intan Jaya diawali misa syukur dipimpin biarawan Katolik Pastor  Kleopas Sojuna Sondegau, Pr, didampingi  Pastor Yance Yogi, Pr dan Pastor Yustinus, Pr.

Puncak acara peresmian RSU  Pratama Intan Jaya dilakukan pengguntingan pita oleh Bupati  dan pemercikan air suci, disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Intan Jaya Sopianus Zonggonau,  Pastor Kleopas Sojuna Sondegau, Pr, Direktur RSUPratama Intan Jaya  Kristianus Tebai,  pejabat daerah, ASN, para tenaga medis, kepala suku, tokoh adat  dan masyarakat setempat.

Dalam bacaan Injil yang diambil dari Markus 1:29-39, Pastor Sojuna Sondegau mengisahkan bahwa Yesus banyak menyembuhkan orang sakit. Dari kesembuhan-kesembuhan yang mereka peroleh akhirnya banyak diantara mereka yang kemudian jadi pengikutnya.

Menurut dia, penyembuhan itu sendiri merupakan sarana yang paling efektif bagi petugas medis hingga kini. Banyak orang sakit apalagi yang sakit berat mempunyai keinginan untuk sembuh.

“Karenanya, kita juga membutuhkan kuasa Tuhan Yesus, untuk menyembuhkan kita dari segala penyakit,” kata Pastor kedua asli Migani ini.

Peresmian RSU Pratama Intan Jaya  dilanjutkan  penyerahan cinderamata berupa noken anggrek , yang disematkan Direktur RSU Pratama Intan Jaya Kristianus Tebai kepada Pastor  Kleopas Sojuna Sondegau, Pr.

Bupati mengatakan, sebelum peresmian   RSU   Pratama Intan Jaya ini pihaknya telah membangun RSU   Tipe D melaluibantuan Kementerian Kesehatan RI di Wandoga. RSU  tersebut sebenarnya sudah siap beroperasi dan melayani masyarakat setempat.

Tapi akibat  konflik saat Pilkada Intan Jaya beberapa waktu lalu, menyebabkan seluruh bangunan RSU Tipe D  tersebut  hangus dibakar massa,  sehingga    tak layak  digunakan lagi.

Karena itu, ujar Bupat, pihaknya  untuk sementara menggunakan  Puskesmas Yokatapa, sembari menunggu pembangunan kembali RSU Tipe D tersebut.

Selain itu, kata dia,  Pemkab Intan Jaya tengah melakukan negosiasi dengan masyarakat pemilik hak ulayat, untuk pembebasan lahan di lokasi tersebut.

Namun demikian, jelasnya, Pemkab Intan Jaya  tetap mendukung semua upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat.

“Semoga RSU yang kita bangun di Wandoga bisa dilakukan pemberkatan dan  pengoperasian dalam waktu dekat,” bebernya.

 

Biarawan Katolik Pastor Kleopas Sojuna Sondegau, Pr, didampingi Pastor Yance Yogi, Pr memercikan air suci ketika memberkati RSU Pratama Intan Jaya di Sugapa, Senin (17/6).

LUKA PANAH DAN BENDA TAJAM

Sebagai Kepala Daerah, jelas Bupati, pihaknya masih mengalami kesulitan terhadap akses pelayanan  kesehatan, bahkan di seluruh Kampung dan Distrik di Kabupaten Intan Jaya.

Ia mengakui,  warganya sering menderita luka panah  dan  benda  tajam dan lain-lain, yang membutuhkan pertolongan dini.Tapi muncul hambatan lain, yakni pasien  tak bisa tertolong, karena harus menunggu pesawat, untuk diangkut ke Puskesmas terdekat.

“Cukup banyak pasien yang tak bisa tertolong dan meninggak dunia, karena akses pelayanan kesehatan jauh,” katanya.

 70 PERSEN MASYARAKAT TELAH  TERLAYANI

Sementara itu, Kepala  Dinas Kesehatan Intan Jaya Sopianus Zonggenau mengatakan, Pemkab Intan Jaya kini telah memiliki enam (6) Puskesmas  yang tersebar di enam Distrik di Kabupaten Intan Jaya atau sekitar 70 persen masyarakat yang telah terlayani.

Selain itu,  Pemkab Intan Jaya telah menempatkan 11 orang dokter umum, yang telah diangkat menjadi ASN dan dokter kontrak di enam Puskesmas tersebut. Masing-masing 2 orang dokter di Puskesmas Biandoga, 2 orang  dokter di Wandai, 2 orang dokter di Puskesmas Homeyo, 2 orang dokter  di Yokatapa, 2 orang dokter di RSU  Pratama Intan Jaya, 1 orang dokter di Puskesmas Hitadipa dan 1 orang dokter di Puskesmas Agisiga.

“Memang ada beberapa petugas medis  yang belum kembali,  setelah liburan Idul Fitri. Kami tetap memantau kinerja para dokter  pasca pelayanan pemerintahan dipindahkan dari Nabire ke Sugapa,”  terangnya.

Direktur RSU Pratama Intan Jaya, Kristianus Tebai menegaskan, walaupun masih mengalami  keterbatasan infrastruktur kesehatan.  Tapi,    ia mengajak seluruh pemangku kepentingan (stake holder)  di Intan Jaya, untuk terus-menerus bekerja dan melayani masyarakat,

“Kita tak bisa tunggu gedung baru. Jadi pelan-pelan kita benahi. Apalagi Pemda dukung kita penuh,” tukasnya.

Selain itu, menurut mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai ini, khusus tenaga medis yang  direkrut, agar sedapat-mungkin mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari meja belajar sesuai profesi masing-masing, untuk melayani masyarakat.

“Semua pasien  yang datang berobat wajib mendapat pelayanan segera, kecuali  berat barulah kita rujuk ke rumah sakit lain,” ungkapnya. (mdc)