BERBAGI

 

YAMANDER/WONE Ketua Yayasan BTI, Drs. M. Ali Kastela,MMT, Purek III USTJ, Isak Rumbarar,ST,MM dan Presiden Mahasiswa USTJ, Alexander Gobai ketika memperlihatkan MoU di Aula USTJ, Rabu (12/6)
YAMANDER/WONE
Ketua Yayasan BTI, Drs. M. Ali Kastela,MMT, Purek III USTJ, Isak Rumbarar,ST,MM dan Presiden Mahasiswa USTJ, Alexander Gobai ketika memperlihatkan MoU di Aula USTJ, Rabu (12/6)

JAYAPURA-Selama sebulan menjadi polemik, akhirnya Yayasan Bhineka Tunggal Ika (BTI) menyanggupi 9 poin permintaan mahasiswa penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Ketua Yayasan Bhineka Tunggal Ika (YBTI), Drs. M. Ali Kastela,MMT, Rektor USTJ, Dr. Yuyun Nuriah Ali Kastela,MMPd yang diwakili Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Isak Rumbarar,ST,MM dan Presiden Mahasiswa USTJ, Alexander Gobai di Aula USTJ, Rabu (12/6).

Presiden Mahasiswa USTJ, Alexander Gobai mengungkapkan kegiatan pertemuan atau Open Talk Jilid III adalah pertemuan tatap muka terakhir bersama yayasan menjawab tuntutan mahasiswa dengan melakukan penandatangan komitmen bersama guna berbenah Kampus USTJ dan prosesnya akan tetap dikawal.

“Iya yang jelas, penandatangan tersebut adalah kesepakatan bersama dan wajib untuk dilakukan pembenahan USTJ. Karena tanda tangan itu mengandung bukti hukum yang kuat, ketika tidak dilakukan pembenahan, maka bisa-bisa saja mahasiswa melakukan tindakan yang sama, yaitu demo, kata Gobai di USTJ, Rabu (12/6).

Dikatakan, tuntutan mahasiswa sudah dijawab secara detail oleh Ketua Yayasan berdasarkan status dan telah mengambil langkah-langkah serta kebijakan untuk berbenah USTJ.

Di mana hal tersebut, menjadi salah satu apresiasi dan proviciat bahwa yayasan memiliki rasa cinta dan cita-cita yang besar terhadap Kampus USTJ ke depan harus menjadi yang terbaik.

“Saya apresiasi, Ketua Yayasan bisa menjawab tuntutan mahasiswa. Dan tuntutan mahasiswa sudah selesai. Dan mahasiswa sudah siap mendorong dan menciptakan Kampus USTJ jauh lebih baik,” katanya.

Kata Gobai, mahasiswa menjadi tombak utama untuk melakukan perubahan baik di dalam internal kampus dan di luar kampus. Maka, perlu menamakan nilai-nilai dan fungsi serta peran mahasiwa dalam melakukan pergerakan mencintai kampus dan pergerakan membangun pemahaman kepada masyarakat dan pemerintah melalui kritikan, solusi dan masukan yang bisa berdampak baik kepada tatanan komponen pengambil kebijakan.

“Saya bangga ekspresi mahasiswa ketika melakukan pergerakan menuntut keadilan. Hal itu adalah bagian dari keprihatinan yang mesti disuarakan agar ada perubahan yang terjadi di dalam kampus. dan itu sudah terbukti, yayasan sudah ambil kebijakan yang luar biasa,” bebernya.

Dirinya berharap, demi mengembalikan Roh USTJ, maka, BEM USTJ akan menerapkan Gerakan Mahasiswa Cinta Kampus (GEMACIKAM) USTJ. BEM akan mentertibkan kegiatan kemahasiswaan, mulai dari jurusan, fakultas, UKM dan BEM PT dan kegiatan lain yang mendukung akreditas Jurusan dan Universitas serta pengembangan minat dan bakat bahkan pendidikan.

“Saya berharap, untuk angkat USTJ demi hal yang baik, perlu adanya kerja sama antara bapa ibu dosen, lembaga serta yayasan untuk mencapai USTJ yang handal,” katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Alex Gobai mengharapkan, kepada mahasiswa baru yang hendak mendaftar bahwa menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan pendidikan di USTJ merupakan pilihan terbaik.

“Sebagai kampus terbaik di Papua, tentunya adik-adik yang mau kuliah di USTJ, segera mendaftar karena pendaftaran masuk ke kampus USTJ sudah dibuka silakan langsung cek ke kampus USTJ,” ajaknya.

Sementara, Ketua YBTI, Drs. M. Ali Kastela,MMT menyatakan, dirinya telah siap dan berkomitmen untuk melihat Kampus USTJ dengan sungguh-sungguh. Komitmen itu dibuktikan dengan penandatangan kesepakatan bersama mahasiswa, rektor dan yayasan. “Kami sudah siap dan komitmen berbenah USTJ,” tegasnya.

Ali meminta, peran dari BEM dan mahasiswa penting dalam kegiatan-kegiatan yang meningkatkan akreditasi jurusan serta meningkat semangat mahasiswa baik melalui kegiatan-kegiatan pendidikan dan penalaran.

Isi komitmen berbenah USTJ berdasarkan pernyataan sikap mahasiswa sebagai berikut biaya dana organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat jurusan, fakultas, UKM dan BEM PT akan berjalan. Selain itu kelayakan penerimaan beasiswa baik melalui bantuan pemerintah dan bantuan swasta atau lembaga terkait

Pembayaran SPP Kampus akan Tetap. Tidak akan Naik dan Tidak Akan Turun. Yayasan akan memfasilitasi kelengkapan kampus, memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengikuti organisasi, tanpa intimidasi dosen atau siapun dia.

Selain itu, kesejahteraan dosen berupa gaji dan lainnya diperhatikan serta dinaikan. Bus kampus segera diaktifkan serta yayasan memastikan rektor selalu di tempat dan pihak lembaga mendukung kegiatan mahasiswa baik moril maupun materil.(yan)