BERBAGI
Bupati Yahukimo Abock Busup didampingi Sekda Yahukimo Tarully Maniagasi, Kadis Pertanian & Perikanan Franglin G. Lilihata, ST, Kadis Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Yulius P. Agaky, S.Sos. M.Si. Sekretaris Bapeda Riswan Tandebiring dan Plt. Kadis Perhubungan John F. Ronsumbre

JAYAPURA– Pemkab Yahukimo saat ini tengah mempersiapkan pembangunan DPPU (depot pengisian pesawat udara) di Bandara Nop Goliat dan Depo BBM di Kampung Pepera, Distrik Suator, Asmat.
Bupati Yahukimo Abock Busup mengatakan, pembangunan DPPU dan Depo BBM ini kerjasama dengan PT. Patra Logistik, anak perusahaan milik PT. Pertamina Tbk .
“Baru-baru ini kami sudah bertemu dengan PT. Patra Logistik, anak perusahaan milik PT. Pertamina Tbk, untuk membicarakan pembangunan DPPU dan Depo BBM,” katanya didampingi Sekda Yahukimo Tarully Maniagasi, Kadis Pertanian & Perikanan Franglin G. Lilihata, ST, Kadis Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Yulius P. Agaky, S.Sos. M.Si. Sekretaris Bapeda Riswan Tandebiring dan Plt. Kadis Perhubungan John F. Ronsumbre, baru-baru ini di Jayapura.
Rencananya setelah lebaran, tim dari Pemkab Yahukimo akan menyiapkan kerja sama dengan PT. Patra Logistik, hal ini dilakukan untuk mewujudkan BBM satu harga, yang pernah di launching oleh Presiden Jokowi di Dekai.

Dermaga Logpon Dekai

“Pembangunan pusat pengisian BBM ini untuk mewujudkan BBM satu harga di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” ujarnya.
Saat ini, kata Abock, tingginya harga BBM di Yahukimo dipengaruhi oleh pasang-surutnya air disungai Brasa. Jika air sungai Brasa sedang surut/ kering kapal pengangkut BBM tidak bisa masuk dan menyebabkan kelangkaan BBM yang mengakibatkan melambungnya harga BBM di Dekai, yang perliternya bisa mencapai Rp 50 ribu hingga Rp. 100 ribu.
“Selama ini di Yahukimo harga BBM naik karena disuplai dari Tual – Timika – Yahukimo. Kami meminta suplai langsung dari Tual – Yahukimo, tidak ke Timika dulu, agar harga dan stoknya stabil,” katanya.
Pemkab Yahukimo berencana menjadikan Bandara Nop Goliath sebagai pusat pengisian avtur di Pegunungan Tengah, dengan demikian, jika ada pesawat terbang perintis yang beroperasi di Yahukimo, Asmat, Wamena, Oksibil, tidak lagi mengisi avtur di Jayapura tetapi di Dekai.

Bupati Yahukimo Abock Busup saat kunjungan ke Bandara Nop Goliat Dekai beberapa waktu yang lalu

“Avtur sangat penting. Kalau pertamina ada di Yahukimo pesawat bisa bermalam di Yahukimo untuk melayani di wilayah Pegunungan Tengah,” terangnya.
Dengan dibangunnya depo BBM di Soator dan DPPU di bandara Nop Goliat Dekai, diharapkan bisa menurunkan harga barang dan menekan tingkat inflasi.
Seiring dengan pembangunan depo BBM di Pepera distrik Suator, Kabupaten Asmat, Pemkab Yahukimo terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan.
Sementara ini ruas jalan Pepera – Dekai sedang dibangun, namun demikian Pemkab Yahukimo memastikan distribusi BBM, baik avtur maupun BBM jenis lain yang diangkut menggunakan kapal tanker melalui jalur sungai tidak akan terganggu. (mia)