BERBAGI
Sembako di Pasar Aroro Iroro Serui Merangkak Naik
Alfin salah satu pedagang di pasar Aroro Iroro, Serui ketika melayani pembeli

SERUI –  Dua Minggu menjelang perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah Tahun 2019, harga sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar Aroro Iroro, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, mulai merangkak naik dari harga sebelumnya.

Salah satu pedagang, Alfin mengakui, saat ini harga sembako di pasar tempatnya berjualan mulai naik seperti Tomat sebelumnya Rp10.000/Kg, naik menjadi Rp40.000/Kg, Bawang Merah Rp50.000/Kg naik menjadi Rp70.000/Kg, Bawang Putih dari Rp70.000/Kg menjadi Rp80.000/Kg.

“Berbalik dengan harga Rica, seperti Rica keriting tadinya harga Rp80.000/Kg turun menjadi Rp75.000/Kg. Sedangkan Rica besar harganya rata-rata Rp75.000 sampai dengan Rp80.000/Kg,’’ ujar Alfin kepada wartawan SKH WONE, Rabu (22/5).

Alfin mengungkapkan, terjadinya kenaikan harga Sembako di Aroro Iroro disebabkan tidak masuknya Kapal saat ini. “Jadi bagaimana barang tidak naik, stok tidak ada karena Kapal tidak masuk, jadi harga pasti naik,’’ jelasnya.

Untuk stok seperti Tomat, kata Alfin stok sangat kurang, bahkan bisa dikatakan lagi tidak tersedia di pasar. “Tomat lagi kosong. Yang saya jual tinggal sedikit ini. Tapi saya dapat info Minggu depan ada Kapal masuk. Mudah-mudahan Kapal tersebut membawa Tomat sehingga bisa tersedia kembali di pasar,’’ harapnya.

Alfin menyebutkan, untuk barang daganyanya, seperti rica kecil ia belanja di Serui sendiri merubapak bahan lokal karena lebih murah, tetapi ada juga yang datangkan dari luar daerah.

“Rica kecil saya beli dari sini (lokal) saja karena harga lebih murah serta beberapa barang lainnya, kalau beli dari luar harganya mahal kita mau jual berapa?,” ujarnya.

Untuk harga telur ayam sendiri lanjutnya dijual harga berbedah seperti telur Surabaya Rp.65.000/Rak sedangan telur lokal sendiri Rp70.000/Rak.

Salah satu konsumen, Ayu saat dimintai tanggapannya mempertanyakan bahwa, kenaikan harga sembako kenapa cuma disaat mau perayaan Idul Fitri saja. Sedangkan hari-hari biasa harganya normal. “Semua harga barang serba naik dan itu cuma disaat mau lebaran saja, kenapa harus begitu?,” tanyanya.

Ayu minta agar harga sembako tidak dinaikan karena keuangan masyarakat berbeda-beda. Begitu juga para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang.(her/pel)