BERBAGI

 

Sidang Periodik ke VII Jemaat GKI Lilin Kecil Barawaikap
Ketua Panitia saat menyerahkan Palu Sidang kepada Pimpinan Sidang Jemaat GKI Lilin Kecil Barawaikap, Serui

SERUI – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Jemaat Lilin Kecil Barawaikap, Serui Kabupaten Kepulaian Yapen melaksanakan sidang periodik ke VII Tahun 2019, guna memilih badan kepengurus baru masa bhakti 2019 – 2022, Sabtu, (18/5).

Ketua Panitia kegiatan sidang Sonny A. Woria dalam laporannya mengatakan, sidang periodik ke VII GKI Jemaat Lilin Kecil Barawaikap, Serui merupakan kegiatan lima tahun sekali masa pelayanan sebagai bentuk periodisasi dalam Jemaat.

“Proses pergantian dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama dalam bentuk tata tertib dan tata cara pemilihan secara demokratis. Tentunya dalam kesepakatan bersama ini, kiranya dapat menghadirkan majelis-majelis yang dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab,” ungkap Sonny A. Woria.

Suasana sidang periodik ke VII Jemaat GKI Lilin Kecil Barawaikap Serui
Suasana sidang periodik ke VII Jemaat GKI Lilin Kecil Barawaikap Serui

Sonny mengungkapkan bahwa, Sidang Jemaat kedudukannya sangat penting yaitu pertama, didalamnya Majelis Jemaat dan anggota sidiang Jemaat dapat menggumuli program pelayanan yang berhubungan dengan persekutuan, kesaksian dan pelayanan kasih dalam Tuhan.

Kedua adalah menilai dan menerima laporan pertanggungjawaban Majelis Jemaat Tahun Pelayanan 2013-2017, dan ketiga, menimbang dan mengesahkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat ( RAPBJ ) diajukan oleh Majelis Jemaat baru Periode 2019-2022.

Ketua Jemaat GKI Lilin Kecil Barawaikap, Pdt. Marthen Kallo S.Th mengatakan bahwa, amanah Tuhan dalam Kitab Injil Matius 28 : 19-2 yaitu, “Pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka atas nama bapa, Tuhan Yesus Kristus atas Roh Kudus”.

Pdt. Marthen Kallo S.Th mengungkapan, suatu persekutuan bagaimana bisa dilakukan jika tidak merencanakan program kegiatan yang akan dilakukan dalam Jemaat. “Kita harus membicarakan program yang benar dan baik, bukan program yang menjatuhkan,” tegas Pdt. Marthen Kallo S.Th.

Oleh karana itu, selaku Ketua Jemaat ia menyampaikan agar dapat mengarahkan Jemaat kejalan Tuhan dengan cara mengarahkan lewat program yang direncanakan. “Sidang Jemaat bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi bagaimana kita bisa siapkan program dan ditentukan dalam Forum Jemaat disetujui atau tidak?”, jelasnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Badan Pengurus GKI Klassis Yapen Selatan, Penatua Prawar menyampaikan  bahwa kita hadir dalam momen ini bukan untuk mencari kesalahan-kesalahan antar sesama yang akan menghancurkan persekutuan dalam Jemaat.

“Kepada pengurus Jemaat lama maupun calon pengurus Jemaat baru, bahwa, Gereja memang ada di dunia, tapi bukan berasal dari dunia melainkan dari Yesus Kristus. Oleh karena itu orang-orang yang dipanggil mengurus Jemaat adalah orang yang merasa bangga karena dipanggil dari kekurangan serta kelebihan agar dapar bekerja sebagai pelayan Tuhan yang baik,’’ ungkapnya.

Pdt. Marthen Kallo kepada wartawan SKH WONE jelaskan, beberapa program utama harus dijalankan yaitu penginjilan Jemaat khususnya ibadah-ibadah, pastoral pengembalaan, dan program lainnya yaitu, pembangunan Gereja.

Selain program penting diatas, program kepemuda juga harus lebih dikembangkan lagi lebih baik kedepan. Anak muda harus lebih dilihat agar tidak mengkomsumsi miras, palang jalan dan beberapa hal buruk lainnya. Meskipun program yang sangat berat, tetapi harus dijalankan,” tegasnya.

Untuk itu, Pdt. Marthen Kallo mengharapkan program prioritas nantinya dapat didukung semua Majelis karena seluruh komponen Majelis yang akan melaksanakan bagian – bagian masing-masing.(he/.pel)