BERBAGI
Pemuda Diminta Tak Lupakan Sejarah Daerah
Sekda Alexander Nussy saat menyematkan tanpa peserta kegiatan Lawatan Sejarah Daerah (Lasda) Tahun 2019 kepada dua siswa perwakilan

SERUI – Untuk meningkatkan pengetahuan tentang situs sejarah di daerah,  agar tidak dilupakan generasi muda dimasa mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua, Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Lawatan Sejarah Daerah (Lasda) Tahun 2019 salah satu Hotel di Kota Serui, Kabupaten Kepualuan Yapen, Kamis (9/5)

Kepala Seksi Balai Cagar Budaya Provinsi Papua, Cahya Putra dalam sambutan pada pembukaan Lasda menjelaskan, kegiatan ini rutin dilaksanakan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Ini merupakan kegiatan mengunjungi sejarah agar para guru dan siswa dapat mengetahui sejarah di daerahnya masing-masing, ” ujar Cahya Putra.

Cahya mengatakan, kegiatan mengungjungi sejarah akan berlangsung selama tiga hari kedepan diikuti guru-guru pendidik serta siswa siswi dengan menulis karya ilmah tentang sejerah daerah.

Pemuda Diminta Tak Lupakan Sejarah Daerah.
Sekda Yapen Alexander Nussy saat memberikan sambutan pada pembukaan Lawatan Sejarah Daerah

“Penulisan karya ilmah sejarah daerah ini dilakukan penilaian. Siswa mana penulisanya terbaik, akan diambil dua siswa untuk mewakili Provinsi Papua mengikuti lawatan sejarah tingkat nasional di Sumatra Utara bulan Juli 2019 mendatang,’’ ungkapnya.

Cahya Putra menuturkan, kegiatan ini tentunya mempunyai harapan penting terutama kepada para pelajar karena saat ini para pelajar atau generasi muda tidak mengetahui sejarah di daerah masing-masing.

“Selama ini sejarah lokal hampir dilupakan. Jadi ini juga sebagai pembelajaran kepada generasi muda sebagai penerus bangsa untuk mencintai sejarah,” paparnya.

Sambutan tertulis Bupati Yapen, Tonny Tesar dibacakan Sekda Yapen Alexander Nussy memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua sebagai unit Pelaksana Teknis Dirjen Kebudayaan Kemendikbud yang telah melakukan perjalanan sejarah daerah di Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Situs bersejarah merupakan bagian dari sombol perekat yang berorientasi pada nilai-nilai perjuangan dan persatuan memperkokoh integritas bangsa. Lawatan sejarah sangat penting sebagai alternatif model pembelajaran sejarah yang dinamis, kreatif dan efektif dengan tujuan agar nilai-nilai sejarah dapat diserap dengan baik bagi masyarakat khususnya bagi generasi muda,” ungkap Sekda Alexander Nussy.

Kata Sekda Alexander Nussy, kegiatan ini diperuntungkan para siswa-siswi SMA/SMK se Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memperluas pemahaman tentang sejarah bangsa, serta dapat mengetahui dan mengenal situs bersejarah dan religi, karena dalam kemajuan zaman terus terjadi, kita dituntut agar tidak pernah melukapan sejarah.

Momen kegiatan ini Sekda Alexander Nussy minta semua pihak memberikan dukungan sehingga sejarah bangsa ini lebih lagi warisan budaya di Yapen tidak mudah tenggelam ditengah perkembangan zaman tetapi tetap utuh, dihormati dan dikenal .

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendikan dan Kebudayaan Kabupaten Yapen, para guru serta siswa-siswi sebanyak 97 peserta dari 9 sekolah SMA/SMK di Serui.

Sekedar diketahui, sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. (her/pel)