BERBAGI
Pemekaran Perlu Dikaji Lebih Jauh
Suasana konsultasi publik studi dampak Pemekaran Wilayah Kabupaten Kepualauan Yapen

SERUI – Bupati Kabupaten Kepualaun Yapen Tonny Tesar melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kepulauan Yapen, Gokman Simbolon mengatakan, Pemerintah Daerah serta Lembaga-lembaga terkait perlu mempelajari serta mengkaji lebih jauh kelayakan pemekaran suatu wilayah.

“Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai aspek dampak yang akan diperoleh, maka perlu mempelajari dan mengkaji wilayah tersebut untuk dimekarkan,” ungkap Ass II Setda Yapen, Gokman Simbolon saat membuka kegiatan konsultasi publik studi dampak pemekaran wilayah terhadap Sumber Daya Alam (SDA) di Serui, Jumat (10/5).

Gokman Simbolon menjelaskan bahwa, Pemekaran Wilayah telah menjadi keinginan sebagian kalangan masyarakat pada era pemberlakuan Otonomi Daerah saat ini yang diyakini dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Kata Gokman, Kabupaten Kepulauan Yapen memiliki SDA potensial dapat dijadikan sebagai tolak ukur dan kriteria dalam melakukannya pemekaran wilayah, namun masih ada hal-hal terkait lainnya harus diperhatikan dalam rangka mengelolah SDA agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk itu, selaku Pemerintah Daerah, ia berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan, paradigma, pola pikir serta cara pandang menentukan langkah pemekaran suatu wilayah di Yapen.

“Kita inginkan kegiatan ini memberi dampak positif guna kesinambungan SDA dan kesejahteraan masyarakat di daerah,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pengkajian Papua, Jackson Yumame memaparkan bahwa, banyak argumen menyatakan pemekaran daerah memberikan dampak yang positif karena mempermudah rentang dan jangkauan pembangunan.

“Dilihat dari konteks pemekaran daerah baru, Kabupaten Yapen bukan Kabupaten Pemekaran melainkan Kabupaten Induk yang memekarkan Kabupaten Waropen,’’ ungkap Jackson.

Jackson mengungkapkan, Kabupaten Yapen 80 persen total area masih berupa hutan dengan fungsi sebagai kawasan cagar alam pegunungan (CAP) di Yapen Tengah. “Sebagian besar Kabupaten Yapen masih hutan dengan pegunungan,”

Dari data yang ada, lanjut Jackson Yumame mengatakan, Kabupaten Yapen telah banyak memekarkan Distrik baru.

Kegiatan diikuti sejumlah Kepala Distrik serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Yapen lebih banyak membahas masalah sumber daya alam terutama di Distrik Yawakukat dan Distrik Yerui.

Distrik Yawakukat dan Yerui dijadikan sampel isu pemekaran berdasarkan kedekatan lokasi wilayah pemerintahan tingkat Distrik dan kampung serta potensi sumber daya alam seperti perlindungan daerah aliran sungai.(her/pel)