BERBAGI
Hanya 3 Oknum ASN yang Menerima SK PDTH
Sekda Alexander Nussy

SERUI – Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Alexander Nussy kepada media mejelaskan terkait dengan delapan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Yapen yang akan menerima Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH), tetapi hanya 3 oknum ASN yang akan dipecat secara tidak hormat.

“Memang dalam surat diberikan KPK serta BKN RI kepada Bupati sebagai pembina di daerah harus melakukan tindakan kepada delapan ASN dalam rangka mengeluarkan surat keputusan pemecatan.

Sekda mengatakan bahwa, Bupati sudah menandatangani surat itu dan berlaku tanggal 2 Mei 2019 lalu. Namun dari delapan ASN, hanya ada tiga SK yang ditanda tangani oleh Bupati untuk diberhentikan dengan tidak hormat. Sedangkan lima ASN masih dalam pertimbangan walaupun memang nanti dipecat, tapi secara

“Dari sisi kemanusiaan memang berat sekali, pak Bupati cukup berat untuk melakukan ini, walaupun memang sudah dikasih batas waktu yang cukup lama sampai tanggal 30 April  2019,” ujar Alexander Nussy, Jumat (10/5).

Lanjut Sekda mengatakan, jika tidak mengambil langkah seperti ini, bupati, Badan Kepegawaian serta Sekda sendiri akan dikenai sanksi karena tidak melaksanakan perintah UU aturan yang sudah dikeluarkan.

“Dari hasil pertimbangan yang cukup lama serta berat, akhirnya Bupati ada kebijakan mengajukan lima orang ASN dipecat secara terhormat karena persoalannya berbeda,’’ jelas Sekda.

Kata Sekda Alexander Nussy, kasusnya berbeda-beda. Ada kasus terlibat secara langsung, tapi ada juga kasus yang memang diperintahkan secara dari pimpinan.

Dengan keputusan yang telah di ambil oleh bupati, Sekda mengharapkan agar semua (delapan ASN) bisa terima kenyataan, walaupun sudah diusahakan tapi tetap dari pusat menyatakan bahwa harus dilakukan tindakan lebih lanjut.

“Kita sangat berat hati, sering ditunda dan sudah beberapa kali kita ditegur untuk persoalan ini, inilah keputusan yang harus diterima,” katanya.

Untuk itu, Alex menyampaikan apa yang terjadi ini, menjadi pelajaran dan evaluasi bagi semua sebagai ASN untuk dapat bekerja secara baik sehingga terhindar dari hal-hal seperti ini, karena sekecil apapun kesalahan dibuat langsung dipecat.

“Mari kita kerja secara baik. Resiko-resiko pasti ada seperti resiko jabatan dan lain sebagainya. Ini kita harus jaga saling menegur satu sama lain sehingga pada saat kita bekerja dapat terhindar dari persoalan yang tidak kita inginkan terjadi,” harapnya.

Dikatakanya, hasil keputusan ini nantinya disampaikan ke pemerintah pusat dimana ASN ada yang di pecat secara terhormat juga ada yang di pecat secara tidak terhormat.(her/pel)