BERBAGI

 

YAMANDER/WONE DEMONSTRASI-Suasana demonstrasi dengan bakar ban yang dilaksanakan oleh BEM USTJ di Halaman Rektorat USTJ, Kamis (9/5)
YAMANDER/WONE
DEMONSTRASI-Suasana demonstrasi dengan bakar ban yang dilaksanakan oleh BEM USTJ di Halaman Rektorat USTJ, Kamis (9/5)

Tak Gubris, Mogok Kuliah Berlanjut

JAYAPURA-Buntut dari kekecewaan mahasiswa dengan “segudang” dinamika yang terjadi di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), dan sangat merugikan mahasiswa selama ini membuat ratusan mahasiswa USTJ kembali melaksanakan aksi jilid II untuk menuntut sebuah perubahan dari universitas tersebut.

Bahkan, mahasiswa tetap mengancam mogok hingga pihak USTJ menghadirkan Ketua Yayasan Bhineka Tunggal Ika (BTI), Drs. M. Ali Kastela,MMT untuk hadir dan menjawab apa yang menjadi tuntutan dari para mahasiswa.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ, Alexander Gobai mengungkapkan, aksi jilid II ini menjadi penentu untuk keberlangsungan USTJ, bila ketua yayasan menanggapi dengan serius.

“Hari ini (kemarin,red), sikap kita jelas. Kami sedang bakar ban dan palang pagar kampus dan tidak ada aktivitas kuliah sampai ketua yayasan tiba pada hari Senin, Minggu depan,” tegas Gobai ketika ditemui wartawan, Kamis (9/5).

Dikatakan, mogok kuliah akan berjalan selama dua hari, mulai hari ini (Kamis,red), hingga hari Senin (13/5). Dengan 9 tuntutan mahasiswa yang harus dijawab oleh Ketua Yayasan BTI. “Aksi mogok ini kan sudah disepakati bersama dengan pihak kampus, serta karena kemauan mahasiswa,” katanya.

Demo aksi jilid II ini mendapat dukungan dari ratusan mahasiswa dan dilakukan orasi secara bergantian hingga pukul 14.20 WIT.

“Kami tidak membacakan pernyataan dan kajian ilmiah yang dibuat oleh BEM. Kami akan bacakan dan serahkan ketika Ketua Yayasan BTI tiba di USTJ. Itu sudah kemauan mahasiswa,” bebernya.

Menurutnya, pada aksi jilid III akan ada kegiatan serupa pada Senin (13/5), di mana para mahasiswa menuntut hak dan tuntutan yang sama.

“Kami akan turunkan masa yang lebih banyak, (sehingga) kami berharap semua mahasiswa dapat terlibat dalam aksi jilid III tersebut. Kalau bisa dihadiri oleh para alumni USTJ agar dengar penyampaian langsung dari ketua yayasan terhadap tuntutan mahasiswa,” tambahnya.

Sebelumnya, Alexander Gobai menegaskan bahwa mahasiswa mempunyai hak untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa, sehinggan bisa mendapatkan keadilan yang harus ditegakan berdasarkan hak dan kewajiban mahasiswa di Kampus USTJ.

“Kami meminta transparansi biaya dana organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat jurusan, fakultas, UKM dan BEM PT. Meminta kelayakan penerimaan beasiswa baik melalui bantuan pemerintah dan bantuan swasta atau lembaga terkait,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada pihak rektorat USTJ untuk menurunkan biaya SPP yang melonjak drastis, serta melengkapi fasilitas kampus. Tak hanya itu kebebasan mahasiswa untuk mengikuti organisasi diharapkan jadi perhatian.

“Kami juga minta kesejahteraan dosen juga harus diperhatikan, segera aktifkan bus kampus, rektor harus selalu di tempat serta meminta kepada pihak Rektorat USTJ untuk mendukung kegiatan mahasiswa baik moril dan materiel,” bebernya.(yan)