BERBAGI
YAMANDER/WONE Suasana diskusi bersama Ketua BEM USTJ, Alexander Gobai bersama anggota BEM di Aula USTJ, Rabu (8/4).
YAMANDER/WONE
Suasana diskusi bersama Ketua BEM USTJ, Alexander Gobai bersama anggota BEM di Aula USTJ, Rabu (8/4).

 “Meski begitu akhir-akhir ini banyak hal yang harus diperbaiki di antaranya fasilitas yang tidak begitu lengkap, biaya yang begitu besar, membayar praktikum dengan biaya yang besar serta biaya lainnya tanpa arah yang jelas. Sekretariat organisasi kemahasiswaan yang tidak terlihat baik, dosen yang sering tidak di tempat,” Alexander Gobai

JAYAPURA-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknlogi Jayapura (USTJ) memastikan bahwa aktivitas perkulihaan di Kampus USTJ terhitung Kamis (9/5) (hari ini) bakal mogok total. Hal ini dikarenakan tuntutan dari mahasiswa USTJ yang hingga kini belum dipenuhi oleh pihak Yayasan Bhineka Tunggal Ika (BTI) selaku yayasan yang menaungi kampus USTJ.

“Jadi besok (hari ini,red) Kampus USTJ kami pastikan tidak ada aktivitas perkuliahan, dikarenakan tuntutan dari kami mahasiswa yang belum dipenuhi dan kami minta ketua yayasan harus hadir langsung dan mendengar aspirasi kami,” tegas Ketua BEM USTJ, Alexander Gobai di Kampus USTJ, Rabu (8/5).

Menurut Gobai, pihaknya mengharapkan agar tuntutan-tuntutan yang sudah disampaikan agar segera diselesaikan. “BEM sudah melakukan kajian ilmiah terhadap fasilitas kampus, beasiswa (hingga) beberapa aspek penting lainnya dan kami tidak akan serahkan kajian kepada rektor maupun pembantu rektor, kami tidak akan serahkan kecuali ketua yayasan,” bebernya.

Gobai menilai, selama ini kampus hanya melakukan pencitraan, tanpa memperdulikan situasi yang terjadi di kampus. Di mana, setiap baliho penerimaan mahasiswa baru selalu dituliskan yang muluk-muluk, tetapi kenyataannya berbanding terbalik dan menyisahkan misteri saja, pihaknya menilai hal ini termasuk pembohongan publik.

“Sejarah berdirinya kampus USTJ ini menjadi pondasi pendidikan di Kawasan Timur Indonesia, terlebih dahulu, khusus di Provinsi Papua. (Sehingga) banyak lulusan dari USTJ yang tersebar di seluruh Indonesia yang bekerja di masing-masing bidang. Meski begitu akhir-akhir ini banyak hal yang harus diperbaiki di antaranya fasilitas yang tidak begitu lengkap, biaya yang begitu besar, membayar praktikum dengan biaya yang besar serta biaya lainnya tanpa arah yang jelas. Sekretariat organisasi kemahasiswaan yang tidak terlihat baik, dosen yang sering tidak di tempat,” imbuhnya.

Kata Gobai, mahasiswa mempunyai hak untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa, sehingga bisa mendapatkan keadilan yang harus ditegakan berdasarkan hak dan kewajiban mahasiswa di Kampus USTJ.

“Kami meminta transparansi biaya dana organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat jurusan, fakultas, UKM dan BEM PT. Meminta kelayakan penerimaan beasiswa baik melalui bantuan pemerintah dan bantuan swasta atau lembaga terkait,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya juga meminta kepada pihak Rektorat USTJ untuk menurunkan biaya SPP yang melonjak drastis, serta melengkapi fasilitas kampus. Tak hanya itu kebebasan mahasiswa untuk mengikuti organisasi diharapkan jadi perhatian.

“Kami juga minta kesejahteraan dosen juga harus diperhatikan, segera aktifkan bus kampus, rektor harus selalu di tempat serta meminta kepada pihak Rektorat USTJ untuk mendukung kegiatan mahasiswa baik moril dan materil,” pungkasnya.(yan)

 

Tuntutan Mahasiswa ke Rektorat USTJ

  1. Kampus Lakukan Banyak Pencitraan
  2. Fasilitas Tidak Begitu Lengkap
  3. Biaya Kuliah dan Lain-lain Begitu Besar
  4. Biaya Praktikum Mahal
  5. Sekretariat Organisasi Jelek
  6. Dosen Jarang di Tempat
  7. Dana Organisasi Kemahasiswaan Diminta Transparan
  8. Minta Kelayakan Beasiswa
  9. Rektorat USTJ Turunkan Biaya SPP
  10. Lengkapi Fasilitas Kampus
  11. Diminta Kesejahteraan Dosen
  12. Aktifkan Bus Kampus
  13. Rektor Harus Berada di Tempat