BERBAGI
Di saksikan langsung oleh kalapas serui ( kiri ) saat KPPS memberikan kartu suara kepada warga binaan lapas kelas II B serui pada pemilu 2019 (2)
Kalapas Klas II B, Serui, Djoko Sunarso saat memantau lansung pemcoblosan surat suara 123 warga binaan di dalam Lapas 17 April 2019

SERUI – Sebanyak 123 warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B, Serui ikut meriahkan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif meskipun mereka berada didalam tahanan, Rabu (17/4).

Kalapas Klas II B, Serui, Djoko Sunarso kepada wartawan SKH WONE mengatakan, dilihat dari antusias warga binaan memberikan hak suaranya sangat tinggi meskipun mereka berada didalam tahanan karena  hal ini merupakan hak bagi setiap warga negara Indonesia yang memiliki hak suaranya untuk menyalurkan aspirasi memilih pemimpinnya lima tahun kedepan.

“Semua ingin memberikan hak suara mereka meskipun beberapa yang tidak mempunyai data lengkap seperti KTP,” ujar Djoko Sunarso.

Sebelum hari H pencoblosan surat suara, kata Djoko Sunarso bahwa, dari pihak Lapas Serui sendiri melakukan koordinasi terlebih dahulu ke pihak KPU sebagai pihak penyelenggara agar memberikan satu TPS didalam Lapas, namun dari hasil yang didapatkan bahwa pihak penyelenggara tidak dapat menambah jumlah TPS dengan alasan jumlah DPT tidak selalu tetap atau terus berubah, dengan kata lain, hampir 50 persen sudah keluar dari tahanan.

“Ya kita sudah minta dari awal, namun dari hasil pertemuan dengan KPU, Bawaslu dan beberapa pihak mengambil satu keputusan, warga binaan di back up dari tiga TPS terdekat, selanjutnya petugas KPPS yang datang membawah surat suara kedalam Lapas untuk melaksanakan pencobloan bagi warga binaan,” jelasnya.

Kalapas Klas II B, Serui, Djoko Sunarso menilai, dengan ikutnya warga binaan memberikan pilihan dalam pesta demokrasi dapat meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta ikut menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan dalam memilih pemimpin mereka anggap baik sesuai dengan hati Nurani mereka.

Sementara itu, salah satu warga binaan sangat senang karena mereka juga diberikan kesempatan melaksanakan pilihan. “Kami bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk memilih,’’  ungkap warga binaan tersebut meskipun egan namanya dikorankan.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak Lapas serta KPU yang telah bekerja keras mengupayakan agar mereka bisa menyalurkan aspirasinya sebagai warga negara Indonesia.

Ia berharapa siapapun yang nantinya terpilih memimpin negara ini lima tahun kedepan, mereka adalah wakilan rakyat mulai dari tingkat KabupatenP provinsi hingga Pusat.

Hasil pentawan media ini didalam Lapas, proses pencoblosan surat suara wargna binaan dibagi menjadi tiga lokasi, dan semua berjalan dengan lancer, aman dan damai serta dipantau langsung Kalapas Serui Djoko Sunarso serta para petugas Lapas lainnya.(her/pel)